Limbah Bakar Arang & Peleburan Timah Bikin Polusi, Pabrik di Cilincing akan Disanksi

JAKARTA | 18 September 2019 11:58 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mengatasi masalah limbah pabrik akibat pembakaran arang dan peleburan timah di Cilincing, Jakarta Utara. Salah satunya dengan menggandeng pihak kepolisian.

"Jadi kita akan tindak tegas semua yang melakukan pelanggaran, dan ketika pelanggaran itu masuk wilayah ranah hukum pidana maka kita serahkan kepada kepolisian," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Rabu (18/9).

"Ketika pelanggaran masuk ranah perda (peraturan daerah), maka kita akan berikan sanksi," lanjutnya.

Anies menegaskan, pihak yang bersalah atas limbah pabrik ini akan diberikan sanksi yang sesuai. Di sisi lain, bagi sekolah yang terpapar limbah pabrik, Anies menuturkan bahwa filter udara mulai dipasang di setiap ruang kelas.

Setidaknya, dia ingin agar para siswa dapat menghirup udara yang sehat selama berada di dalam lingkungan sekolah.

"Bahkan kalau teman-teman datang ke sana, sebagian sudah (pasang filter). Mungkin hari ini semua tuntas dipasang filter-filter, sehingga apapun kondisi di luar, minimal di sekolah anak-anak bisa hirup udara bersih," ucap Anies.

Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta mengecam aktivitas pabrik di kawasan Cilincing, Jakarta Utara karena menyebabkan polusi udara di lingkungan sekitar. Polusi udara akibat asap pembakaran batok kelapa dan peleburan alumunium membuat warga sekitar resah.

Terpisah, Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara memastikan segera memasang peralatan penyaring udara di SD Negeri 07 Cilincing untuk melindungi siswa terpapar asap dari udara yang kurang sehat. Lokasi peleburan aluminium dan pembakaran arang tersebut berjarak sangat dekat dengan SN Negeri Cilincing 07 Pagi.

"Alat penyaring udara akan dipasang ke semua kelas yang ada di SDN 07 Cilincing," kata Kepala Sudin Pendidikan Wilayah II Cilincing, Jakarta Utara, Momon Sulaeman. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (18/8).

Momon menyebutkan pemasangan peralatan pembersih udara tersebut bertujuan agar udara yang ada di dalam kelas bebas asap. Sekaligus mencegah partikel berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan siswa masuk ke dalam kelas.

Adapun perlengkapan yang diperlukan untuk sekolah aman asap tersebut di seperti kipas anin, dakron untuk menyaring udara yang tercemar asap, tirai kain agar efektif menyaring udara yang tercemar asap, akuarium untuk mengurangi C02 dan menjaga kelembapan udara, tanaman untuk menambah 02 (oksigen) dan menyerap C02, 'enxhoust fan' untuk membantu sirkulasi udara, serta kipas angin.

Baca juga:
Anies Baswedan Minta Pabrik yang Cemari Udara Jakarta Ubah Metode Produksi
Ganjil Genap Diperluas, Kualitas Udara Jakarta Diklaim Naik & Tekan Volume Kendaraan
Polusi Jakarta Terparah Ketiga di dunia, Warga Disarankan Gunakan Masker
Jumat Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke-6 di Dunia
Pagi Ini, Kualitas Udara di Jakarta Terburuk ke-3 di Dunia
Ganjil Genap Sudah Diperluas, Kualitas Udara Jakarta Masih Buruk
Anies Yakin Ganjil Genap Akan Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

(mdk/lia)