Lintasan Formula E, Start dan Finish di Depan Kantor Gubernur Anies

JAKARTA | 14 Februari 2020 18:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Lintasan balap mobil listrik atau Formula E resmi dipastikan melintasi kawasan Monas, Jakarta Pusat. Berdasarkan video dalam media briefing yang dihadiri PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai penyelenggara Formula E, start mulai di depan Balai Kota atau kantor Gubernur DKI Jakarta.

"Walau lintasan utama di tengah Monas, tetapi start akan dilakukan di bagian selatan di depan Balai Kota," kata narator dalam video.

Lalu para pembalap akan memasuki kawasan Monas melalui pintu masuk silang barat daya Monas dekat dengan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Kemudian akan berputar di pelataran Barat Monas dan berbelok ke arah selatan pelataran Monas. Berlanjut ke kawasan timur dan tenggara dan berakhir di titik awal atau depan gedung Balai Kota.

Lintasan itu juga dijelaskan memiliki panjang 2,58 kilometer dengan searah jarum jam dan lebar 9,5 -12 meter. Selain itu terdapat 12 tikungan dengan delapan delapan tikungan ke kanan dan empat ke kiri.

Selain itu, kecepatan maksimal mencapai 220 km/jam dengan lokasi sebelum tikungan ke tujuh.

"Kemudian durasinya yakni 45 menit + 1 lap jadi total 47 menit," kata Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).

Rencananya penyelenggaraan Formula E ini dilaksanakan pada 6 Juni 2020 dan berlangsung selama lima tahun berturut-turut.

1 dari 1 halaman

Revisi Surat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berkirim surat ulang kepada Kementerian Sekretaris Negara mengenai penyelenggaraan Formula E di Monumen Nasional (Monas). Hal itu dikarenakan adanya kesalahan redaksi.

Dalam surat yang tertandatangani Gubernur DKI Jakarta pada 11 Februari menyebutkan pemilihan lokasi Formula E di Monas berdasarkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Isi surat itu kemudian dianulir.

Kepala Dinas Kebudayaan Iwan H Wardhana mengatakan bahwa rekomendasi berlandaskan saran-saran dan gagasan dari Tim Sidang Pemugaran (TSP). Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengonfirmasi surat revisi akan dikirimkan dalam waktu dekat.

"Nanti kita susulin perbaikan," kata Saefullah.

Saefullah menjelaskan isi surat itu nantinya menjelaskan adanya kekeliruan mengenai TACB dan TSP.

Menurut penjelasan Saefullah, TACB merupakan tim yang penilai untuk menentukan patut tidaknya satu objek sebagai cagar budaya. Sedangkan TSP, merupakan tim yang di dalamnya terdiri dari pelbagai para ahli.

"(Surat revisi) surat satu kalimat dua kalimat, ya mohon maaf ya harusnya tertulis TSP yang tertulis di situ ada TACB begitu jadi yang benar adalah TSP," tukasnya.

(mdk/eko)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.