M Taufik Sebut Kasus Bobol Bank DKI Karena Kesalahan Sistem

JAKARTA | 22 November 2019 13:38 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - DPRD DKI Jakarta menduga telah terjadi kesalahan sistem perbankan terkait kasus dugaan pembobolan Bank DKI Jakarta. Kasus ini mengakibatkan kerugian Rp32 miliar,

"Kasus bobolnya uang di Bank DKI, menunjukkan sistem perbankan di sana ada yang keliru," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di Jakarta.

Karena itu, dia mengungkapkan, sistem perbankan di Bank DKI harus dievaluasi secara menyeluruh. Sehingga bisa meyakinkan nasabah bahwa bank DKI jauh dari persepsi rawan dibobol.

Pasalnya, politikus Gerindra ini menjelaskan, Direktur Utama Bank DKI yang baru memiliki visi besar dan mampu mengatasi hal tersebut. Apalagi, Bank DKI dipercaya mengelola dan menyimpan anggaran penyertaan DKI hingga Rp80 triliun per tahun dan dalam lima tahun, putaran uang bank DKI mencapai Rp400 triliun.

1 dari 2 halaman

Ada Oknum Nakal

Lebih lanjut, Taufik menduga ada oknum orang dalam Bank DKI dalam aksi dugaan pembobolan uang di Bank DKI yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.

Taufik meminta manajemen Bank DKI membersihkan jajarannya dari oknum nakal tersebut. Bahkan, katanya, Direksi Bank DKI harus berani melaporkan anak buahnya yang diduga ikut bermain dalam pembobolan uang di Bank DKI itu.

"Periksa semua orang itu. Tangkap. Kalau Bank DKI merasa dirugikan, laporkan. Di internal juga ditelusuri. Dirut Bank DKI yang baru ini hebat, dia harus tegas memproses hukum oknum itu. Kalau masih terganggu oleh pembobolan begini, visinya tidak tercapai," ucapnya seperti dilansir dari Antara.

2 dari 2 halaman

12 Pelaku Pembobolan

Sebelumnya, 12 oknum anggota Satpol PP diduga membobol Bank DKI yang berdasarkan pengakuannya pada Kasatpol PP DKI Arifin, mereka melakukan tindakannya sejak Bulan Mei, hingga menimbulkan kerugian sebesar Rp32 miliar.

Mereka melakukan tindakannya di mesin ATM Bank Bersama dengan menggunakan kartu ATM Bank DKI. Belasan oknum tersebut melakukan penarikan di ATM Bank Bersama dengan sengaja menyalahkan pin ATM pada percobaan pertama dan pin yang benar pada percobaan kedua.

Setelah berhasil menarik uang di ATM Bersama, saldo oknum tersebut di Bank DKI tidak berkurang. Akhirnya kasus ini sampai ke pihak kepolisian Polda Metro Jaya dan beberapa orang oknum Satpol PP diperiksa. (mdk/fik)

Baca juga:
Diduga Bobol ATM Sampai Miliaran, 12 Anggota Satpol PP Dipecat
Kasatpol PP DKI Bebastugaskan 12 Anggota yang Diduga Bobol Mesin ATM
Diduga Bobol Uang di ATM, 12 Anggota Satpol PP DKI Dipecat
Anies Minta Satpol PP yang Terlibat Pembobolan Bank DKI Rp32 M Dibebastugaskan
Petugas Satpol PP Jakbar Diduga Bobol Bank DKI Rp32 Miliar
Satpol PP Tertibkan Puluhan PKL di Trotoar Pasar Serpong