Mantan istri anggota TNI tipu calon taruna hingga ratusan juta

JAKARTA | 16 Desember 2012 23:08 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Aparat kepolisian menangkap RES (37) yang kerap mengaku sebagai seorang anggota TNI berpangkat mayor di sebuah klinik Setia Rumanda, Ciracas, Jakarta Timur. Pelaku sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 202 juta dari aksi tipu dayanya tersebut.

"Yang bersangkutan ditangkap Kamis 13 Desember malam di tempatnya bekerja di sebuah klinik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, saat dihubungi, Minggu (16/12).

Rikwanto menambahkan, pelaku kerap mengaku sebagai anggota TNI yang mempunyai kerja sampingan sebagai panitia seleksi taruna Angkatan Darat (AD). "Yang bersangkutan mengaku bisa melancarkan korban yang ingin menjadi anggota TNI melalui jalur khusus," jelasnya.

Aksi itu telah dijalankan pelaku sejak Juli 2012 dan terbongkar lantaran adanya laporan yang masuk ke pihak kepolisian pada 4 Desember dengan nomor LP/4162/XXI/201/PM/Ditreskrimum.

"Pelapor Y tertipu sebesar Rp 90 juta dan kedua pada nomor LP/4317/XXI/2012/PMJ/Ditreskrimum pelapor SM tertipu sebesar Rp 202 juta. Selain itu korban SR tertipu Rp 90 juta dan korban MS tertipu Rp 85 juta," ungkap Rikwanto.

"Tanggal 20 juli 2012 silam, korban SM dikenalkan kepada pelaku melalui korban SR di klinik tempat pelaku bekerja. Kemudian SM telah mentransfer uang sebesar Rp 202 juta sebanyak 3 kali namun ternyata korban diberitahu tidak lulus tes dengan alasan yang tidak jelas," tambahnya.

Sementara itu, pelaku merupakan seorang mantan istri anggota TNI AD yang berdinas di Bengkulu. "Barang bukti yang disita berupa seragam Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) palsu, tanda pangkat yang dibeli pelaku di pasar Kosambi, Bandung," bebernya.

Selain itu, untuk memuluskan aksinya, tutur rikwanto, pelaku turut membawa brosur pendaftaran calon tentara di Ajudan Jenderal Komando Daerah Militer (Ajedam) III/Siliwangi. "Pelaku juga membawa brosur pendaftaran Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI AD," tambah Rikwanto.

Pelaku dijerat pasal 378 dan 372 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. (mdk/lia)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.