Membedah Biaya Satu Unit Sumur Resapan di Atas Trotoar Jakarta

Membedah Biaya Satu Unit Sumur Resapan di Atas Trotoar Jakarta
Pembuatan Sumur Resapan Antisipasi Banjir. ©2021 Liputan6.com/JohanTallo
JAKARTA | 2 Desember 2021 19:20 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membeberkan anggaran satu unit sumur resapan berbeda. Harga satu sumur tergantung jenis bahan akan dipakai. Ada dua jenis bahan yang umumnya digunakan untuk sumur resapan, yaitu tipe Buis Beton dan Modular

Untuk jenis buis beton harga berkisar Rp13,2 juta. Tipe buis beton berlubang heavy duty dengan menggunakan beton Adhi Mix. Sedangkan untuk tipe modular harga berkisar di Rp7,3 juta per meter kubik.

"(Anggaran) Drainase vertikal bisa berbeda tergantung pada jenis," kata Riza di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta lebih banyak menggunakan sumur resapan tipe Buis Beton. Hingga saat ini, sumur resapan tipe buis beton sudah dibangun di 19.042 titik dengan kapasitas penyerapan air sebesar 37.369 meter kubik.

Sementara, tipe modular totalnya 8.536 meter kubik dengan target akhir nanti 18.224 meter kubik. Tahun 2021, Pemprov DKI menargetkan pembangunan sebanyak 26.932 titik sumur resapan dengan daya tampung air 53.050 m3.

"Diselesaikan yang sudah berkontrak semua, mengejar target penyelesaian pekerjaan di akhir tahun karena ini adalah proyek single year," jelas dia.

2 dari 3 halaman

Penjelasan Sumur Resapan di Atas Trotoar

Pembuatan sumur resapan di Jakarta ditentukan berdasarkan lokasi rawan genangan saat hujan. Terpenting, Riza berharap keberadaan sumur resapan tidak mengganggu kenyamanan publik.

"Sumur resapan yang ada di trotoar ada yang sebagian di pinggir trotoar, di taman, itu memang disesuaikan dengan kondisi dan tempat yang ada. Tentu harapan kami pengerjaannya harus sesuai dengan spek, harus baik, harus kuat tidak boleh menimbulkan masalah baru," ucap Riza di Balai Kota, Rabu (1/12) malam.

Kendati pembangunan sumur resapan terus menuai kritik, Riza bergeming. Menurutnya, sumur resapan cukup membantu menekan dampak banjir saat musim hujan.

Perihal kualitas penutup sumur resapan menimbulkan ketidaknyamanan bagi publik, Riza menjelaskan bahwa tutup tersebut bersifat temporer. Kontraktor pekerjaan sumur resapan akan menggantinya dengan penutup permanen.

"Akan diatur nanti di bawah koordinasi dinas yang harus bertanggungjawab terhadap sumur resapan ini. Harus sesuai dengan spek yang baik," ujarnya.

Kualitas sumur resapan di beberapa lokasi kemudian menimbulkan pendapat bahwa Pembangunan sumur resapan oleh Pemprov DKI Jakarta dinilai hanya kejar target. Akibatnya, lokasi pembuatan sumur resapan banyak yang tidak tepat.

3 dari 3 halaman

Anggaran Sumur Resapan Dicoret 2022

DPRD DKI Jakarta mencoret anggaran untuk sumur resapan pada APBD 2022. Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Nasdem, Nova Paloh mengungkapkan bahwa Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengusulkan anggaran pembangunan sumur resapan sebesar Rp330 miliar pada KUA-PPAS 2022.

Namun, alokasi tersebut dihapus saat pembahasan Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta pada Rabu (24/11).

"Di-nol-kan (anggaran sumur resapan) dari forum Banggar kemarin. Jadinya tidak ada kegiatan lagi untuk sumur resapan," ujar Nova.

Nova menjelaskan, anggaran sumur resapan telah dipangkas lebih dari separuh sehingga tersisa Rp120 miliar saat pembahasan di Komisi D DPRD DKI sebelum dibawa ke Rapat Banggar. (mdk/ray)

Baca juga:
DKI Jakarta Fokus Selesaikan Sisa Target Sumur Resapan pada 2021
Pemprov DKI Jelaskan Soal Pembangunan Sumur Resapan di Atas Trotoar
Awal Lahirnya Ide Sumur Resapan Demi Jakarta Bebas Banjir
DPRD DKI Nilai Pembangunan Sumur Resapan Asal-asalan, Padahal Anggaran Miliran
Gencar Buat Sumur Resapan, Pemprov DKI Sudah Uji Karakteristik Tanah Jakarta?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami