Menanti janji modal usaha Anies-Sandi di program OK Oce

JAKARTA | 15 Desember 2017 08:03 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pada masa kampanye Pilkada DKI 2017 silam, Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjanjikan akan adanya bantuan modal dan tempat usaha bagi warga ibu kota. Program tersebut direalisasikan dalam program OK Oce kala keduanya telah terpilih menjadi pemimpin Pemprov DKI Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga mengatakan, kemudahan akan bisa didapatkan warga dengan program OK Oce. Sebab dengan program tersebut, warga yang ingin membangun usaha tapi tak punya modal bisa datang ke kantor kecamatan.

"Sekarang cari modal susah? Ada yang punya utang di sini? Datang ke kecamatan. InsyaAllah nanti kita cariin modal, sehingga bisa bayar utang. Lunas utangnya, abis itu ngutang lagi," kata di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/12).

Pencanangan wirausaha baru merupakan program utama pemerintahan Anies-Sandi dalam lima tahun ke depan, 2017-2022. Program ini dijanjikan dapat menciptakan lapangan kerja baru yang berkualitas dan akan disandingkan dengan program OK Oce.

Namun, Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengatakan, belum ada nomenklatur dalam APBD DKI 2018 yang mengalokasikan untuk bantuan modal. Sebab, sepengetahuannya, Anies-Sandi baru memasukkan persiapan program OK Oce.

Pelantikan Anies-Sandi 2017 merdeka.com/imam buhori

"Di nomenklatur APBD mana itu? Program OK Oce itukan belum sampai permodalan baru persiapan posko-posko," katanya kepada merdeka.com.

Anggota Banggar DPRD DKI ini menjelaskan, Anies-Sandi mengalokasikan dana sekitar Rp 94 miliar untuk menyiapkan posko-posko OK Oce di seluruh kecamatan. Sehingga, dia menduga, tahun 2018 nantinya masih sekadar melakukan pendataan untuk menerima bantuan wirausaha.

"OK Oce tahun ini kelihatan belum program, dia baru persiapan posko, pendataan pendataan gak tahu nanti ke depannya. Tapi di APBD ini sepertinya hanya sampai kepada pembuatan posko, beli ac, partisi dan segala macam," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK Oce, Faransyah Jaya menerangkan, program Anies-Sandi ini tidak akan memberikan pinjaman langsung. Karena nantinya mereka akan memberikan pelatihan hingga akhirnya bisa menerima pinjaman dari pihak bank.

Dia mengungkapkan, selama ini banyak warga yang terkendala dengan akses permodalan perbankan karena tak memiliki kualifikasi. Nantinya mereka akan menerapkan 7 langkah pasti sukses (PAS), yaitu pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, pelaporan keuangan, dan permodalan.

"Maka tadi kita bikin yang 7 PAS itu, 7 langkah pasti sukses, yang mana kalau dibikin 1-6, terutama pelaporan keuangan, insyaAllah tujuhnya keluar," jelasnya.

Anies dan Sandiaga temui BJ Habibie 2017 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Terkait akses permodalan, dia menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama Bank DKI Syariah dan Bank DKI. Tapi bank-bank lain juga akan diajak mendukung program OK OCE.

"Cuma salah satu konsepnya itu adalah free approval. Jadi pada saat dia sudah melaksanakan 1-6, terutama laporan keuangan sudah ada, langsung kita daftarkan untuk permodalan. Jadi jangan tunggu butuh modal dulu nih, tapi dananya tidak dicairkan," papar Faransyah.

"Jadi kalau misalnya dia butuh, dia telepon bank, koordinasi sebentar, dikeluarin, karena sudah di-assess duluan, sudah dievaluasi duluan," lanjutnya.

Terkait batas modal yang bisa diberikan, Faransyah mengatakan tak ada batasan. Tapi tetap akan dilihat berapa kebutuhan warga tersebut. "Tapi kita rencanakan mungkin sampai Rp 10 juta, enggak butuh jaminan yang lebih ini ya. Jaminan bisa jaminan usahanya. Misalnya nanti kalau kita kasih warung, mungkin jaminannya warungnya atau barangnya," tutupnya.

(mdk/fik)