Menengok Jalanan Rusak Grand Depok City Sebabkan Guru Ngaji Tewas

JAKARTA | 11 Desember 2019 12:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ustaz Anggraito Andarbeni meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di Jalan Boulevard kompleks Grand Depok City (GDC). Kendaraannya mengalami selip ban saat jalan yang dilalui berlubang.

Sepeda motornya oleng dan terjatuh. Anggraito Andarbeni mengalami luka di bagian kepala dan meninggal dunia pada Senin (9/12).

merdeka.com coba menyusuri jalan berlubang yang menyebabkan motor Anggraito Andarbeni jatuh. Pantauan di lokasi, jalan berlubang ada di persimpangan jalan arah ke Margonda Depok dan Citayam. Jalan berkontur menurun disertai tikungan yang cukup tajam semakin menambah bahaya pengendara.

Mereka yang sering melintas tampak buru-buru menurunkan gasnya sejak beberapa meter sebelum lokasi. Sebaliknya, pemotor yang jarang melalui ruas jalan tersebut akan dibuat kaget karena kondisi jalan tak mulus alias banyak lubang.

Ditambah lagi, bekas tambalan aspal tak rapi membuat jalanan bergelombang. Makin membahayakan bila malam hari, sebab penerangan jalan sangat minim.

"Kalau keluhan kita sebagai warga Depok sih ya terutama penerangan lah ditambahin. Masalahnya kan ini udah jadi jalan utama. Ada yang berangkat kerja, ada yang mau dagang segala macem ya kan," tutur Adi (24) pengemudi ojek online di GDC, Depok, Rabu (11/12).

Apalagi, katanya, saat ini hujan sering turun membuat jalanan tergenang akibat saluran tali air tak berfungsi dengan baik. Jalanan berlubang sering tertutupi genangan tersebut.

"Jalan rusak harus ditambal sama diratain lah bagaimana caranya, lambat enggak apa-apa yang penting ada rencana gitu kan," tambah Adi.

Sebenarnya, kata Adi, di lokasi tersebut sedang dilakukan pengecoran di sisi kiri badan jalan mengarah ke gerbang GDC. Namun, pengerjaannya sangat pendek.

Akibatnya, lalu lintas GDC di jam sibuk menjadi macet panjang. Sementara, tak ada petugas yang terlihat berjaga.

"Rewut banget jadinya, padahal di sini banyak kantor penting seperti Gedung DPRD, Dinas Damkar, Badan Pusat Statistik, Kejaksaan, Kantor Imigrasi, Badan Pertanahan Negara, Pengadilan Negeri hingga Kementerian Agama Kota Depok. Bahkan, yang terbaru, yakni Alun-Alun Kota Depok," katanya.

Ditambahkan Sukimin (70), warga sekitar, pengecoran jalan sudah beberapa pekan lalu dikerjakan. Namun titiknya tidak bertambah. Pengendara makin pusing karena ketinggian jalan berbeda.

"Ini udah lama ini perbaikan tapi baru seperempat, aturan kan gak sampe lama kaya gitu kalau ada dananya. Baru seperempat itu belum setengah," tambah Sukimin.

Dia sangat mengkhawatirkan keselamatan pengendara, apalagi jika baru melintas dan saat malam hari. Dia berharap segera diperbaiki agar tak ada lagi korban selanjutnya.

Reporter Magang: Bagus Kusumo Sejati (mdk/lia)

Baca juga:
Guru Ngaji Tewas Kecelakaan Akibat Jalan Rusak di GDC Depok
Sekeluarga Tumpangi Motor Diseruduk Kereta Api, 1 Meninggal
Pengendara Motor Sport yang Tewaskan Pembonceng di Setiabudi Ditetapkan Tersangka
Motor Sport Tabrak Pagar Apartemen Taman Rasuna, Seorang Perempuan Tewas
Pemotor Tewas usai Ditabrak Mobil Penerobos Lampu Merah di Tangerang
Pemotor Tewas Dilindas usai Jatuh di Jalan Berlubang saat Lewati Truk

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.