Menengok Kesiapan DKI Jakarta Antisipasi Virus Corona

JAKARTA | 27 Januari 2020 13:43 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melakukan sejumlah langkah antisipasi terhadap perkembangan virus Corona. Salah satunya melakukan pemantauan di bandara dan pelabuhan.

"Tentu itu integrasi ya. Di situ ada KKP dari kantor kesehatan yang memang masuk dalam sistem pemantauan terpadu jadi begitu," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, di Jakarta, Senin (27/1).

Kerja sama dengan otoritas bandara dan pelabuhan harus dilakukan dalam menghadapi kasus-kasus semacam ini. Contohnya saat marak kasus flu burung, sars, hingga mers.

"Begitu terindikasi ada 1 pendatang dari luar yang terindikasi ke arah suspect atau terduga itu, tim KKP langsung menghubungi kita dan kita langsung melakukan investigasi pemantauan aktivitas," imbuhnya.

Tak hanya di bandara dan pelabuhan sebagai masuk-keluar Indonesia, pemantauan juga dilakukan hingga ke tempat tinggal warga yang diduga terinfeksi.

"Seperti halnya kemarin saat sars atau influenza yang dulu itu kami sampai turun turun mendatangi apartemen semua warga atau semua pendatang yang terindikasi terduga," jelasnya.

Terkait kesiapan penanganan di rumah sakit, untuk sementara ada tiga rumah sakit (RS) rujukan di Jakarta. Ketiga RS tersebut yakni RSPI Sulianti Suroso, RS Tarakan, dan RSPAD Gatot Soebroto.

"Kami tentunya juga sedang berupaya menyiapkan untuk pendampingan dari RSUD kita. Apa yang sudah kita latih adalah yang dekat dengan bandara adalah RSUD Koja dan RSUD Cengkareng. Ke depannya kita mengejar yang lain," terang Widyastuti.

Perlengkapan bagi perawat seperti alat pelindung diri (APD) juga sudah disediakan. Arahan ini disampaikan hingga level Puskesmas. Pelatihan kepada para petugas kesehatan juga dijalankan pihak Dinkes.

"Hari ini juga kita mengundang kembali mereview ulang bagaimana cara pemakaian APD, termasuk cara pengambilan spesimen. Karena spesimen pemeriksaan ini baru bisa dilakukan di litbangkes. Tapi tim kita sudah bisa tata cara mengambilnya. Sehingga yang dirujuk adalah pengiriman sampelnya," ungkapnya.

Alat deteksi atau scanner pun disiagakan. Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan pihak bandara. Sempat beredar kabar tiga orang yang diduga terinfeksi. Dua di antaranya sudah diizinkan pulang karena terbukti negatif.

"Tadi saya sampaikan ada tiga yang tadinya diduga tapi negatif. Masih dalam pantauan kita. Dua bukan, yang satu suspect. Dua di pemantauan sudah dipulangkan karena kondisi baik. Yang satu masih dalam perawatan di RSPI," ucapnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Pemerintah Kirim Bantuan Logistik ke WNI yang Terisolasi di Wuhan
Waspada Virus Corona, Jokowi Siapkan 100 Rumah Sakit dengan Ruang Isolasi
Meski Belum Ada Serangan Corona, RSMH Palembang Siapkan Ruang Isolasi
Menkes: 243 WNI di Wuhan Dalam Keadaan Sehat
Gubernur Edy Rahmayadi: Pintu Masuk Dijaga Ketat, Virus Corona Belum Masuk Sumut
Meski Ramai Virus Corona, Pemerintah Tak Larang Warga China Masuk Indonesia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.