Menengok Kondisi TPU Pondok Kelapa saat Ziarah Kubur Lebaran Dilarang

Menengok Kondisi TPU Pondok Kelapa saat Ziarah Kubur Lebaran Dilarang
Penutupan TPU Pondok Kelapa. ©2021 Merdeka.com
JAKARTA | 12 Mei 2021 19:41 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur, meniadakan kegiatan ziarah kubur pada 12-16 Mei 2021. Kebijakan peniadaan kegiatan ziarah itu dilakukan mengikuti instruksi dari Gubernur DKI Jakarta.

"Untuk sementara kegiatan ziarah terhitung tanggal 12-16 Mei 2021 ditutup," kata Kepala TPU Pondok Kelapa, Efendi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (12/5).

Efendi mengatakan bahwa untuk kegiatan pelayanan seperti pemakaman jenazah di TPU Pondok Kelapa tetap dilakukan saat peniadaan kegiatan ziarah kubur.

Dikutip Antara, di lokasi terlihat spanduk pengumuman peniadaan kegiatan ziarah terpampang di pintu gerbang TPU Pondok Kelapa. Sejumlah pedagang bunga juga terlihat memadati area trotoar di depan TPU Pondok Kelapa pada sore hari.

Nampak juga sejumlah warga yang hendak berziarah memasuki area TPU Pondok Kelapa meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak. Tidak ada pengadangan dari petugas.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang warganya untuk ziarah kubur selama tanggal 12-16 Mei untuk mengantisipasi kerumunan yang mungkin terjadi di tempat pemakaman umum (TPU).

"Kegiatan ziarah kubur ditiadakan mulai tanggal 12 Mei sampai dengan hari Minggu 16 Mei," kata Anies usai rapat koordinasi bersama Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya serta sejumlah kepala daerah di wilayah Jabodetabek di Jakarta.

Tak hanya di Jakarta, seluruh pemakaman yang ada di wilayah penyangga ibu kota juga bakal ditutup selama periode waktu tersebut. "Seluruh pemakaman di Jabodetabek akan ditutup dari pengunjung untuk ziarah," tandasnya. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami