Menengok Kualitas Udara di Jakarta Sepekan Lebih WFH

Menengok Kualitas Udara di Jakarta Sepekan Lebih WFH
JAKARTA | 26 Maret 2020 12:12 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Kebijakan belajar dan bekerja dari rumah sebagai langkah menekan sebaran virus corona atau covid-19 berjalan hampir dua pekan. Langkah ini cukup mempengaruhi kualitas udara Jakarta.

Mengacu data Airvisual, Kamis (26/5), kualitas udara Jakarta berada di posisi ke-35 dari 50 kota di dunia, dengan tingkat polusi di atas Kaohsiung, Taiwan, Kobe, Japan dan Osaka, Japan.

Berdasarkan data AirVisual, kandungan PM2.5 di Jakarta berada di angka 23.6 µg/m³. AQI sendiri merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah.

AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Adapun kota yang berada di peringkat pertama dengan kualitas polusi udara paling tidak sehat adalah Chiang Mai, Thailand. AQI kota tersebut berada di angka 192.

Kemudian disusul Dhaka, Bangladesh dengan AQI berada di angka 187. Seoul, South Korea berada di posisi ke-13 dengan AQI 112.

Di bawah Jakarta masih ada Kuwait City, Kuwait dengan AQI yang berada di angka 74. Selanjutna ada Taipei, Taiwandengan AQI yang bertengger di 70. (mdk/lia)

Baca juga:
Kebijakan Kerja dan Belajar di Rumah Berdampak Positif untuk Kualitas Udara Jakarta
Menteri Arifin: Emisi Karbon Jakarta Tertinggi di Asia Tenggara
Ibu Kota Paling Tercemar di Asia Tenggara, Udara Jakarta Lebih Buruk dari Beijing
Melihat Wajah Polusi Udara di Langit Jakarta
Tekan Polusi Udara, Tanaman Bougenville Hiasi Jalan Sudirman
Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara di Jaktim Membaik

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami