Mengkaji Penerapan Ganjil Genap Sepanjang Hari di Seluruh Ruas Jalan Jakarta

Mengkaji Penerapan Ganjil Genap Sepanjang Hari di Seluruh Ruas Jalan Jakarta
JAKARTA | 9 Agustus 2020 13:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan kebijakan ganjil genap meski di tengah Pandemi Covid-19. Dari hasil evaluasi, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyatakan, pelaksanaan ganjil genap berpotensi diberlakukan seharian dan di seluruh ruas jalan.

Pertimbangan tersebut muncul karena jumlah penularan Covid-19 di Jakarta masih dianggap tinggi. Adanya pengetatan ganjil genap ini diharapkan dapat menekan pergerakan warga di Jakarta.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno menilai, pertimbangan tersebut kurang tepat. Jika dilihat alasan penerapan ganjil genap untuk menekan pergerakan warga, Djoko menilai tidak tepat. Sebab masyarakat tidak dapat mengatur bekerja dari rumah atau kantor. Semua bergantung kebijakan perusahaan masing-masing.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya tidak menerapkan ganjil genap selama seharian penuh.

"Jika memang ingin (memperketat) ganjil genap juga jangan langsung diterapkan 24 jam. Dilakukan dulu secara bertahap seperti saat Asian Games. Kan itu berlakunya dari pagi hingga jam 9 malam. Setelah jam 9 malam orang’kan sudah jarang beraktivitas," ujar Djoko kepada merdeka.com, Minggu (9/8).

Jika konteksnya untuk mengurangi masyarakat bepergian, maka kebijakan yang lebih ideal adalah menggunakan Electronic Road Pricing atau ERP. Menurutnya ini lebih tepat dibandingkan sistem ganjil genap.

"Kalau mau jalan-jalan ya bayar mahal gitu. Cuma di Jakarta masih ada banyak problem non-teknis yang bikin ERP ini ga berjalan dengan baik," katanya.

Menurutnya, sistem ganjil genap lahir untuk mengurangi kemacetan saat kondisi normal. Bukan untuk mendorong warga menerapkan bekerja dari rumah. Kebijakan ini juga menjadi instrumen untuk mengubah perilaku perjalanan masyarakat. Dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi menggunakan transportasi umum.

Jika kebijakan ini diterapkan, maka masyarakat bakal memenuhi transportasi umum. Sehingga harus diikuti penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Sehingga tidak terjadi penyebaran Covid-19 ketika masyarakat memutuskan menggunakan angkutan umum. Selain itu, Djoko juga menyarankan keberadaan bus jabodetabek.

"Bagusnya jika ada bus sejabodetabek. Karena untuk biayanya lebih murah, kalau pakai kendaraan pribadi bisa keluarin uang Rp75.000, kalau naik bus bisa lebih murah. Kemudian juga sudah ada bus yang memperbolehkan penumpang untuk bawa sepeda. Kan asik setelah naik bus terus lanjut naik sepeda ke tempat tujuan. Tapi (bus) harus ada jaminan untuk tetap ikuti protokol kesehatan."

Reporter magang: Maria Brigitta Jennifer (mdk/noe)

Baca juga:
Penindakan Pelanggar Ganjil Genap Berlaku Besok
Mengkaji Penerapan Ganjil Genap Sepanjang Hari di Seluruh Ruas Jalan Jakarta
Mulai Senin, Pelanggar Ganjil Genap Bakal Ditilang
Polisi Perpanjang Sosialisasi Ganjil Genap Hingga 9 Agustus
Wakil Ketua DPRD Tolak Ganjil Genap Berlaku di Seluruh Ruas Jalan Jakarta
Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Hari Pertama Turunkan 2 Persen Volume Kendaraan
Pekerja Kantoran: Ganjil Genap atau Tidak Sama Saja

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami