Meski Ada Larangan Mudik, Jalanan Jakarta Terlihat Sepi saat Idulfitri

Meski Ada Larangan Mudik, Jalanan Jakarta Terlihat Sepi saat Idulfitri
Libur Natal dan Tahun Baru, Lalu Lintas Jakarta Sepi. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar
JAKARTA | 13 Mei 2021 08:10 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Pemerintah pusat kembali memberlakukan larangan mudik pada hari Lebaran tahun ini. Upaya ini sebagai pencegahan penyebaran Covid-19 tidak meluas dan bertambah parah.

Khususnya warga yang tinggal di Jakarta, tidak bisa meninggalkan ibu kota karena kebijakan ini. Sejumlah cara seperti penyekatan di jalur-jalur utama menuju luar kota diterapkan pemerintah.

Meski ada larangan mudik, situasi Jakarta tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah ruas jalan ibu kota terlihat lengang sejak kemarin.

Arus lalu lintas Jalan Pancoran hingga Gatot Subroto yang mengarah ke Senayan, terlihat lancar. Biasanya dari Pancoran hingga Mapolda Metro Jaya kendaraan cukup padat.

Kondisi serupa juga terjadi terpantau di Jalan Antasari mengarah ke Sudirman Central Business Distric (SCBD) yang terlihat sepi. Hanya beberapa kendaraan yang melintas.

Pagi ini, jalan di ibu kota terlihat sangat lengang. Dari pantauan merdeka.com, jalanan ibu kota tanpa hambatan. Beberapa titik seperti Tol Cikampek arah menuju keluar Jakarta sudah terlihat ditutup.

Dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, jalanan di kawasan Sudirman-Asia Afrika juga terlihat sepi.

Kepadatan terjadi di titik dekat masjid yang menggelar Salat Idulfitri. Misalnya di Masjid At-Tin, Taman Mini, Jakarta Timur. Namun, saat ini sudah terpantau lancar.

Menurut Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, masih ada warga DKI Jakarta yang mudik. Angkanya terus bertambah. Sebagaimana yang telah dilaporkan Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran, dari 1,2 juta penduduk terus meningkat sampai 1,5 juta penduduk.

"Menindaklanjuti ucapan Kapolda bahwa sudah ada 1,2 sampai 1,5 juta penduduk Jakarta yang mudik, angka di jalan tol menunjukan diatas angka 360ribu kendaraan yang sudah keluar dari Jakarta dari tanggal 1 sampai dengan 10 Mei 2020," Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan Selasa (11/5).

Sambodo mengatakan angka tersebut terus bertambah menyusul banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mencoba menerobos beberapa titik penyekatan larangan mudik.

"Belum ditambah para pemudik sepeda motor yang tadi malam sudah malam keempat mencoba menembus pos penyekatan. Belum ditambah penumpang udara dan kapal laut, sehingga total kisaran 1.5 juta," sebutnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Ketua Satgas Covid-19 Minta Penyeberangan Bakauheni-Merak Diperketat
Rest Area Rugi Rp2 Miliar Imbas Larangan Mudik
Menhub Prediksi Peningkatan Arus Pergerakan Pemudik Usai Lebaran
Sempat Direnggangkan Imbas Pemudik Berjubel, Jalur Puncak-Cianjur Kembali Disekat
Hari Pertama Idulfitri, Lalin Tol Jakarta-Cikampek Terpantau Padat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami