Modernisasi Ragunan Agar Tak Tergerus Zaman

Modernisasi Ragunan Agar Tak Tergerus Zaman
JAKARTA | 13 Februari 2020 07:16 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Taman Margasatwa Ragunan adalah satu dari sekian banyak ikon wisata Jakarta. Tidak hanya masyarakat ibu kota, pelancong luar daerah juga memilih Taman Margasatwa Ragunan sebagai lokasi liburan bersama keluarga.

Taman Margasatwa terletak di selatan Jakarta, tepatnya di Jalan Harsono RM, Pasar Minggu. Berjarak lebih kurang 12 kilometer dari pusat kota Jakarta.

Mengutip sejarah dari ragunanzoo.jakarta.go.id, pembentukan Taman Margasatwa Ragunan semula diinisiasi sekelompok orang penyayang flora dan fauna dengan nama Planten en Dierentuin pada September 1864. Lokasi awalnya di Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat. Menempati lahan 10 hektare, hibah pelukis dunia asal Indonesia, Raden Saleh Sjarif Boestaman atau Raden Saleh. Setelah Indonesia merdeka, sempat berubah nama menjadi Kebun Binatang Cikini.

Cikini terus berkembang. Pemerintah harus mencari lokasi alternatif menggantikan kebun binatang Cikini. Akhirnya, dipilihlah lahan seluas 30 hektare di kawasan Ragunan, Pasar Minggu. Lebih kurang 450 satwa diboyong dari Kebun Binatang Cikini menuju Ragunan.

Gubernur Jakarta kala itu, Ali Sadikin, senang bukan main. Tepat 22 Juni 1966, Taman Margasatwa Ragunan resmi dibuka untuk umum, untuk semua warga Jakarta.

Seiring kebutuhannya dari waktu ke waktu, lahan Taman Margasatwa Ragunan terus ditambah. Luasnya kini lebih kurang 147 hektare. Dihuni 2.000 ekor satwa dengan 200 spesies serta ditumbuhi lebih dari 50.000 pohon.

Perubahan terakhir Taman Margasatwa Ragunan pada tahun 2002 silam. Era Gubernur Sutiyoso, diresmikan Pusat Primata yang diberi nama Schmutzer. Sebuah area penangkaran berbagai jenis primata dengan luas mencapai 13 hektare.

Sejak itu, Kompleks Taman Margasatwa Ragunan lama tak tersentuh perubahan besar. Padahal, banyak hal yang harus disesuaikan. Apalagi, jumlah pengunjung tiap tahun kian bertambah.

binatang ragunan

1 dari 3 halaman

Pemprov DKI Jakarta mewacanakan penataan atau revitalisasi kompleks Taman Margasatwa Ragunan pada awal 2019. Harapannya, Kompleks Taman Margasatwa Ragunan bisa menjadi kawasan konservasi dan tempat rekreasi yang modern tidak hanya untuk wisatawan domestik, termasuk internasional.

Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat menyumbang ide dan gagasan konsep ideal Taman Margasatwa Ragunan lewat proses sayembara. Proses sayembara itu juga sudah selesai tahun 2019 lalu.

merdeka.com coba mengonfirmasi langsung pada Kepala Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsita, untuk menceritakan kebutuhan apa yang diinginkan dari revitalisasi kebun binatang Ragunan itu sendiri. Suzi meminta untuk menghubungi langsung pada Unit Pengelola Teknis Taman Margasatwa Ragunan.

"Koordinasi langsung ke Kepala UPT TMR," katanya membalas pesan singkat merdeka.com, Selasa (11/2).

Kepada merdeka.com, Kepala Unit Pengelola Kawasan Ragunan, Widodo, menceritakan kebutuhan-kebutuhan apa yang menjadi dasar revitalisasi ini.

"Sebetulnya ingin ada wajah-wajah perubahan saja di sana, karena sudah lumayan sih (belum direvitalisasi) dan mungkin ada juga yang memang perlu kita perbaiki," kata Kepala UPT Ragunan, Widodo, kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (11/2).

Proses revitalisasi yang berjalan, katanya, tidak diartikan membongkar habis kawasan Taman Margasatwa Ragunan. Bangunan yang dianggap layak tetap akan dipertahankan. "Jadi kalau terkait bangunan kalau yang masih dianggap bagus ya tidak kita perbaiki," katanya.

Setelah dilakukan sayembara pada Maret 2019, desain rancangan arsitek Ario Danar Andito dengan konsep Bio Park Ragunan, Island of Nature terpilih sebagai pemenang pertama.

hasil sayembara konsep revitalisasi ragunan

2 dari 3 halaman

Menurut Widodo, pengembangan kawasan Taman Margasatwa Ragunan mendatang akan mengacu pada desain yang dibuat pemenang sayembara. Dia kembali menegaskan, tujuan penataan ini lebih pada mempercantik kawasan Taman Margasatwa.

"Kita tetap mengacu, harus sesuai dengan pemenang sayembara itu. Tapi nanti enggak semuanya (direvitalisasi). Jadi ini kayak hanya beautifikasi saja, nanti akan ada bangunan-bangunan yang tetap, tidak diubah," katanya.

Melihat desain yang ada, kata Widodo, kemungkinan revitalisasi ini akan dibagi menjadi 3 sampai 8 fase. Untuk anggaran secara keseluruhan, katanya, belum ada pembahasan antara Pemprov DKI Jakarta dan Komisi D DPRD DKI Jakarta. Namun jika dibuat hitungan kasar, anggaran untuk revitalisasi secara keseluruhan mengacu konsep sayembara lebih kurang Rp2 triliun.

Pada pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2020 lalu, UPT Kawasan Ragunan semula mengusulkan anggaran revitalisasi Rp75 miliar kemudian direvisi menjadi Rp55 miliar. Namun pada akhirnya, DPRD DKI hanya menyetujui anggaran Rp 4,4 miliar karena yang dikerjakan tahun ini hanya untuk perencanaan belum sampai tahap pengerjaan.

Terpisah, Kepala Seksi Prasarana & Sarana UPT Ragunan, Endah, menambahkan memanfaatkan dana yang ada, saat ini sedang dibuat masterplan rencana revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan. Anggaran tersebut juga digunakan untuk pembiayaan tenaga ahli.

"Jadinya kita dikasih Rp4,4 miliar. Kita pakai buat tenaga ahli. Karena kayaknya tenaga ahlinya harusnya banyak yah. Dari sisi desainer, dokter hewan. Karena kalau bangun kebun binatang seperti itu, kebutuhan satwa itu kan enggak semua orang bisa, khusus," kata Endah.

Endah sedikit menjelaskan bagaimana tahapan-tahapan yang harus dilakukan UPT Ragunan saat proyek revitalisasi mulai dikerjakan nantinya. Mulai dari perlakuan terhadap satwa juga tumbuhan yang ada di sana.

"Kalau tanaman akan coba kita pertahankan. Sekalipun harus dipindah, rencana kita sih akan direlokasi, pindahkan. Kalau untuk satwa, semisal dalam desain kemarin pintu gerbang itu mendekati kantor pusat kita. Tapi di situ ada beberapa taman satwa anak, kayak kandang macam tutul, itu mau gak mau akan kita relokasi," jelasnya

"Tapi kita siapkan dulu kandang relokasinya, jadi bertahap gak bisa sekaligus. Jadi satwa yang saat ini kandangnya terkena dampak revitalisasi itu yang akan kita pindahkan lebih dahulu," jelas Endah.

Rencananya, kandang yang menjadi tempat relokasi berada di sisi selatan Taman Margasatwa Ragunan. Di lokasi itu belum ada bangunan apapun sehingga memudahkan pembuatan kandang satwa di area tersebut.

Endah menargetkan pembuatan masterplan bisa selesai akhir tahun ini. Sehingga di awal 2021 mulai pembahasan Detail Engineering Design (DED).

anggaran perencanaan revitalisasi tm ragunan

3 dari 3 halaman

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, membenarkan pihaknya hanya menyetujui anggaran Rp4,4 miliar terkait revitalisasi Ragunan dari Rp55 miliar yang diajukan. Sebab, saat masih dalam pembahasan masterplan.

"Kalau kemarin kan anggarannya baru kajian. Karena hasil lomba itu kan lumayan besar akhirnya kita dikaji aja dulu," kata Ida kepada merdeka.com, Senin (10/2).

"Akhirnya tahap awal saja dulu perencanaan. Jadi nanti belum tahu, setelah perencanaan nanti baru tahu mau dibikin seperti apa, berapa biayanya, nanti" katanya.

Ida belum bisa berbicara banyak soal proyek ini. Sebab masih dalam kajian.

"Ini masih kajiannya, nanti kalau udah baru kita panggil (untuk pemaparan)," katanya singkat. (mdk/lia)

Baca juga:
Wajah Masa Depan Ragunan
Mimpi Besar Sang Pemenang Sayembara Ragunan
Akibat Hujan Lebat, Jumlah Pengunjung Ragunan Menurun Drastis
Jumlah Kunjungan Wisata Ragunan Menurun Pada Saat Idul Adha
Akhir Libur Lebaran, Jalan ke Ragunan Macet
Libur Lebaran, Banyak Pengunjung Ragunan Terpisah dari Anaknya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5