MRT Siapkan Konsep New Normal

MRT Siapkan Konsep New Normal
JAKARTA | 31 Mei 2020 09:02 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah konsep dalam menghadapi New Normal. Konsep itu akan dikampanyekan dengan nama #JAKARTABANGKIT, dengan mendorong penerapan budaya Bersih, Aman, Nyaman, Green, Kolaborasi, Inovasi dan Tata Kelola yang Baik.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) memperkenalkan satu sistem protokol yang kita sebut BANGKIT. Protokol-protokol itu akan kita terapkan. Bersih maksudnya soal hygiene. Di transportasi publik misalnya kereta yang dibersihkan tiga kali sehari lalu menyiapkan penyanitasi tangan di setiap stasiun," kata William seperti dilansir merdeka.com dari website resmi PT MRT, Minggu (31/5).

"Aman maksudnya menyiapkan tes temperature tubuh serta edukasi tanpa henti di stasiun dan kereta. Nyaman merupakan hal paling penting karena memastikan pembatasan sosial (social distancing). Pengguna jasa harus merasa bahwa tidak akan terpapar virus Covid-19 bila menggunakan MRT Jakarta," sambungnya.

Nantinya, setiap kereta akan diisi maksimal oleh 60 orang. Pihaknya juga akan memberikan marka di dalam kereta bagaimana melakukan antrean.

"Setiap kereta maksimal diisi oleh 60 orang dan kita akan siapkan marka (penanda) di stasiun dan di dalam kereta bagaimana melakukan antrian," ujarnya.

William menambahkan, faktor ramah lingkungan adalah aspek kampanye berikutnya. Sehingga, ia mendorong masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi publik.

"Green, maksudnya adalah walaupun sekarang orang menghindari transportasi publik, kita tetap ingin mendorong masyarakat untuk kembali ke transportasi publik agar mengurangi jejak karbon (carbon foot print)," tambahnya.

1 dari 1 halaman

Inovasi Baru

Dalam menjalankan itu semua, pihaknya tak bisa menjalankan atau melaksanakannya secara sendiri. Karena, semua itu dibutuhkan secara kolaborasi atau bersamaan.

"MRT Jakarta tidak bisa melakukan ini sendiri. Selain petugas, kami juga mengajak pengguna jasa dan pengelola gedung-gedung sepanjang jalur MRT Jakarta," ucapnya.

Selain itu, PT MRT Jakarta juga telah menyiapkan sejumlah langkah agar tidak terjadinya penumpukan penumpang. Terutama disaat jam sibuk atau jam kerja.

"Kita kenalkan dan mendorong waktu kerja yang fleksibel (flexible working hours) sehingga penumpukan penumpang tidak terjadi di jam sibuk biasanya yaitu pukul 7-9 atau 17.00-19.00. Dengan melebarkan sibuk tersebut, tidak terjadi penumpukan dan kepadatan penumpang," ungkapnya.

Selain itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) akan mendorong inovasi melalui berbagai teknologi seperti pembayaran nontunai atau penggunaan kode QR dalam melakukan pengetapan di pintu penumpang (passenger gate). "Semua hal tersebut di atas harus dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, akuntabel, dan transparan," tutupnya.

PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menerapkan komponen-komponen tersebut di atas seperti pembatasan jumlah penumpang per kereta, penyesuaian jadwal layanan, dan pengetatan protokol kesehatan. Hal tersebut akan terus dilaksanakan selama fase kenormalan baru dan adaptasi terhadap virus Covid-19. (mdk/eko)

Baca juga:
Kawal New Normal, Aparat TNI Jaga Stasiun MRT Bundaran HI
Penerapan New Normal Harus Diikuti Penambahan Armada Transportasi
New Normal di MRT: Wajib Masker, Jaga Jarak dan Cek Suhu Tubuh
Bersiap Hidup New Normal, MRT akan Tambah Jadwal Operasional
Jokowi Tinjau Kesiapan Penerapan New Normal di MRT

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5