NasDem Usulkan Anggaran Pembangunan Septic Tank di Tanjung Duren Masuk APBD 2020

JAKARTA | 8 Oktober 2019 11:37 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta mendukung rencana Pemprov DKI untuk membangun septic tank bagi warga Gang Sekretaris I RT 5 RW 7, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat. Terlebih Dinas Sumber Air (SDA) DKI Jakarta akan mengajukan anggaran Rp166,2 miliar untuk pembangunan septic tank komunal.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI, Wibi Andrino mengatakan, sebagian besar warga Jakarta sebenarnya sudah terbebas dari buang air besar sembarangan (BABS). Sebab berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dia mengungkapkan, 96 persen warga telah memiliki sanitasi bersih.

"Solusi jangka pendek tentu, yang saat ini di tawarkan pemprov dengan membuat septic tank komunal di 30 titik yang dianggarkan pada KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran - prioritas plafon anggaran sementara) 2020 sebesar Rp166,2 milyar. Kami berharap anggaran tersebut sudah termasuk perawatan yakni penyedotan rutin septic tank," katanya kepada merdeka.com, Selasa (8/10).

Menurutnya, mula permasalahan ini adalah buruknya tata kota di Jakarta. Untuk itu, dia menegaskan, perlunya mengembalikan fungsi dari perizinan seperti izin mendirikan bangunan (IMB). Sehingga setiap rumah yang dibangun harus bertanggungjawab atas limbahnya.

"Namun begitu, untuk menata ulang bukanlah hal mudah karena berpotensi merugikan banyak warga. Hal ini menjadi solusi ke depan yang harus dibangun, regulasi harus melindungi masyarakat," tutup Wibi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, berjanji segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Dalam (KUAPPAS) untuk rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2020, diajukan anggaran Rp166,2 miliar salah satunya untuk pembangunan septic tank komunal.

"Kalau yang Rp166 miliar kita bangun septic tanknya aja. Nanti baru disambung ke pembuangan-pembangunan limbah milik warga," kata Juaini saat dihubungi, Senin (7/10).

Septic tank komunal diperuntukkan untuk masyarakat yang tinggal di daerah sempit. Dia menyebut septic tank itu layaknya berbentuk tangki-tangki.

"Dari beberapa kepala keluarga, pembuangan itu kita jadikan satu. Langsung kita olah di septic tank komunal, baru pembuangannya kita alirkan ke sungai," ucapnya.

Dalam pembangunan septic tank, dia menyebut nantinya PD PAL Jaya juga menghibahkan dana sebesar Rp10 Milliar. Selain itu, Juaini mengaku tak menganggarkan dalam pembangunan toilet umum.

"Kalau bikin WC umum itu biasanya dibuat oleh Dinas Lingkungan Hidup. Kalau SDA, kita bantu buat sistem pengolahan air limbahnya," jelasnya.

Baca juga:
PDIP Minta Anies Gunakan Dana Operasional Bangun Septic Tank di Tanjung Duren
Pemprov DKI Perintahkan PAL Jaya Bangun Septic Tank di Tanjung Duren
DKI Sebut Anggaran Pembuatan Septic Tank Dimasukkan di RAPBD 2020
Cerita Mama Jay 16 Tahun Hidup Tanpa Septic Tank di Tanjung Duren
Pancasila Tidak Cukup Bila Kesenjangan Masih Merajalela
Cerita Warga Tanjung Duren Pasrah Tinggal di Lingkungan Tak Sehat Tanpa Septic Tank

(mdk/fik)