Nasib reklamasi teluk Jakarta di tangan tim sinkronisasi Anies-Sandi

JAKARTA | 16 Mei 2017 07:16 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Nasib proyek reklamasi teluk Jakarta menjadi isu hangat usai pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Sorotan ditujukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Sejak masa kampanye, keduanya menegaskan bakal tak melanjutkan proyek tersebut. Alasannya keduanya menghentikan proyek yang rencananya membangun sejumlah pulau rekayasa tersebut.

Rencana Anies-Sandiaga rupanya berbanding terbalik dengan pemerintah pusat yang ingin melanjutkan menghentikan reklamasi teluk Jakarta. Pemerintah beralasan melanjutkan proyek reklamasi untuk kepentingan nasional dan masyarakat DKI Jakarta.

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan bahkan berencana mengajak semua pihak yang memiliki kewenangan terkait reklamasi untuk duduk bersama dan berdiskusi secara ilmiah. Baik yang mendukung reklamasi maupun yang menentang reklamasi diwajibkannya datang dengan membawa data.

"Kita bicara secara ilmiah di mana salahnya, nanti teknisnya kita diskusikan secara ilmiah di mana salahnya, jadi enggak asal ngomong aja," ujar Luhut saat meninjau Tempat Pelelangan ikan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (6/5).

Sementara, tim sinkronisasi yang telah ditunjuk sebagai penerjemah janji kerja Anies Sandi untuk dijadikan program kerja Pemprov DKI Jakarta, akan mengkaji mengenai reklamasi teluk Jakarta. Ketua tim sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said mengatakan, perihal reklamasi timnya akan mengkaji sejumlah pulau sudah dibangun.

"Tugas kami kan mengkaji bagaimana sudah terjadi di lapangan itu tetap bermanfaat bagi masyarakat, bagi lingkungan dan juga tidak mengganggu lingkungan hidup," kata Sudirman Said di Rumah Partisipasi Anies Sandi Jalan Borobudur nomor 2, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/5).

Dia berharap, nantinya dalam kajiannya tersebut sejumlah pulau reklamasi telah dibangun bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Hal itulah menjadi salah satu tugas tim sinkronisasi dalam kebijakan Anies Sandi dalam pemerintahannya.

"Syukur-syukur bisa menjadi sarana-sarana yang betul-betul dinikmati masyarakat. Itu nanti tugas kita," ungkap Sudirman.

Dalam menyikapi perbedaan Pemprov DKI dan Pemerintah pusat Sudirman mengatakan akan melakukan koordinasi kepada dua belah pihak. Apalagi Anies pernah berada dalam jajaran kabinet kerja sehingga peluang untuk berkomunikasi lebih cair.

"Pasti lah koordinasi (dengan Pemerintah pusat), akan menata, akan membicarakan kewenangan masing-masing. Apalagi Pak Anies kan mantan menteri di kabinet. Jadi pasti punya peluang lebih leluasa berdialog dengan pemerintah pusat," ungkapnya.

Saat disinggung rencana duduk bersama dengan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan terkait reklamasi, Sudirman mengaku belum busa menentukan. Sebab perbincangan tersebut harus dipertimbangkan urgensinya.

"Tetapi kita bahkan ingin membuat satu workshop untuk mengkaji bagaimana sebaiknya isu mengenai reklamasi itu dikelola ke depan," terangnya.

"Termasuk kita mendapat pesan dari Pak Bambang Brojo lewat media kemarin bahwa sebaiknya isu ini tidak hanya fokus pada soal reklamasi tapi juga pengendalian banjir keseluruhan. Itu menjadi perhatian dari Gubernur-wagub terpilih," sambungnya.

Baca juga:

Sudirman Said segera kaji reklamasi teluk Jakarta

Jenguk di Rutan Cipinang, Djarot sempat bahas reklamasi dengan Ahok

Pesan buat Anies Baswedan: Jangan khawatir ancaman Luhut Pandjaitan

Luhut soal reklamasi: Jangan terus menuduh kami punya harga diri

Djarot dan Sandiaga kompak bungkam ditanya reklamasi dan Alexis

Sandiaga Uno: Janji kita sudah clear, kita akan hentikan reklamasi

Anies-Sandi kompak enggan bahas reklamasi hingga putusan KPU DKI

(mdk/gil)