Ojek pangkalan: Nanti pindah kalau ada Satpol PP

JAKARTA | 18 September 2017 10:41 Reporter : Kadek Melda Luxiana

Merdeka.com - Giat trotoar Pemprov DKI Jakarta yang dilakukan mulai awal agustus 2017 di sejumlah titik di Jakarta diperpanjang hingga bulan september 2017.

Sayangnya, sudah berjalan dan memasuki 49 hari pada senin (18/9) nampaknya masih menjadi tugas besar bagi Pemprov DKI Jakarta untuk benar benar mengubah trotoar menjadi fungsi utama yaitu sebagai lintasan pejalan kaki.

Salah satu lokasi yang masih menjadi tempat pelanggaran trotoar di Jakarta yaitu di sepanjang jalan KH. Abdullah Syafei, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, tepatnya di depan stasiun Tebet. Sampai dengan pukul 09.00 Wib masih ada saja kendaraan roda dua yang masih memarkirkan kendaraanya di atas trotoar.

Meski Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan sanksi Tindak Pidana Ringan (tipiring)berupa sanksi kurungan minimal 10 hari dan maksimal 60 hari dan denda Rp 100.000 sampai dengan Rp 20.000.000 bagi para pengendara yang masih nekat menggunakan trotoar tidak sesuai dengan fungsinya. Namun hal tersebut masih saja tak membuat para penyalah guna trotoar jera.

Pak sunani (55) merupakan salah satu ojek pangkalan yang masih tetap berada diatas trotoar meskipun sudah dilarang oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sunani sendiri sudah menjadi tukang ojek pangkalan hampir puluhan tahun lamanya.

"Saya mah udah puluhan tahun," ucapnya.

Saat ditanya mengenai kegiatan Satpol PP yang pernah merazianya ia menjawab dengan santai. "Ya yang di trotoar suruh rapih suruh turun. Kalau di bawah boleh, di trotoar enggak boleh," ujar Sunani.

Ia juga tak terlalu banyak berharap mengenai pelarangan penggunaan trotoar untuk parkir kendaraanya. Ia tetap santai menanggapinya lantaran jika tidak boleh menempati trotoar, para ojek pangkalan boleh turun ke bawah trotoar atau paling tidak mundur ke belakang trotoar.

"Ya kalau boleh, aturan ya boleh (di trotoar). Ya kalau disini (trotoar) penuh saya di bawah. Kalau enggak mundur yang penting enggak di trotoar," katanya.

Ditanya mengenai sanksi yang diterima bila masih kukuh menggunakan trotoar untuk tempat pangkalan, ia mengaku tak mengetahui sanksi bagi pelanggar trotoar.

"Enggak, enggak tahu," jawabnya singkat.

Menjemput rezeki di atas trotoar dari para pekerja kantoran

Bulan tertib trotoar diperpanjang hingga September

Ini kegiatan yang dilakukan Ditlantas Polda Metro dalam bulan tertib trotoar

Djarot: Trotoar itu buat pejalan kaki bukan untuk jualan kambing

Lanjutkan program Ahok, Djarot ingin ada kafe didirikan di Trotoar

(mdk/rhm)