Omzet Pedagang Asongan di TMII Merangkak Naik Usai Tempat Wisata Dibuka

Omzet Pedagang Asongan di TMII Merangkak Naik Usai Tempat Wisata Dibuka
keong mas TMII. ©2012 Merdeka.com
JAKARTA | 15 September 2021 13:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah mulai melakukan uji coba pembukaan tempat wisata selama masa perpanjangan PPKM Jawa-Bali 14-20 September 2021. Tempat wisata yang berada di level PPKM 2-3 mulai dibuka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Kabar ini disambut positif oleh Mardiana, pedagang asongan yang mangkal di sekitar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Dia berharap supaya kondisi tempat wisata khususnya di TMII lekas normal.

"Mudah-mudahan ini pandemi segera berakhir supaya kita sebagai pedagang-pedagang kecil bisa mencukupi lah buat kebutuhan hidup sehari-hari," ujar Mardiana kepada Liputan6.com ditemui di TMII, Jakarta, Rabu (15/9).

Dia juga berharap agar pemerintah segera membuka kembali tempat wisata secara penuh supaya omzet jualannya kembali normal. Mardiana sendiri berjualan kopi, mi instan gelas dan juga jamu di TMII.

Semenjak pandemi, praktis kondisi ekonomi Mardiana beserta keluarga begitu sulit. Ibu satu anak itu mengaku sampai pernah mendapatkan Rp7 ribu saja per hari.

Padahal di hari-hari normal sebelum dihantam gelombang pandemi Covid-19, dia bisa mengantongi sampai Rp500 ribu.

"Paling sedikit itu Rp200-300 (ribu) dapat, itu sebelum pandemi. Setelah pendemi ini nyari Rp50 ribu aja susah, pengaruh banget pandemi ini. Pernah dapat Rp7-6 ribu juga pernah," kata dia.

Kendati kondisi ekonominya begitu sulit, Mardiana mengaku tak mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah.

Omzet Akhir Pekan Merangkak Naik

Pasca pengetatan pergerakan masyarakat imbas pandemi Covid-19, kata Mardiana omzet tertinggi diperoleh saat akhir pekan lalu. Di mana dia mengaku mendapatkan omzet sampai Rp200 ribu.

"Itu udah Alhamdulillah banget Rp200 itu," ucapnya.

Mardiana mengaku dirinya berjualan di TMII sejak 2019. Wanita asal Solo, Jawa Tengah itu mengatakan per bulannya ia dipungut iuran Rp200 ribu oleh pengelola agar bisa berjualan di sana.

"Walaupun pandemi terap dipungut," jelasnya.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami