Palsukan Dokumen Covid-19 dengan Tarif Rp50 Ribu-Rp100 Ribu, 2 Pelaku Ditangkap

Palsukan Dokumen Covid-19 dengan Tarif Rp50 Ribu-Rp100 Ribu, 2 Pelaku Ditangkap
Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki
JAKARTA | 19 Juli 2021 15:04 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Kepolisian Polda Metro Jaya membekuk dua orang yakni RAR dan TN karena memalsukan dokumen tes Covid-19. Ini untuk kesekian kalinya petugas membongkar praktik ilegal yang memanfaatkan syarat penggunaan tes Covid-19 diterapkan pemerintah.

"Ini sudah kali ke enam ini yang sudah kami sampaikan. Kemarin ada empat dan kini ada dua lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, saat konferensi pers di Jakarta, Senin (19/7).

Dalam aksinya, para pelaku memberlakukan tarif beragam. Mulai dari Rp50.000 sampai Rp100.000. Akibat perbuatan mereka, para pelaku dijerat pasal berlapis dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.

"Di sini kita persangkakan di Pasal 35 Jo 51 UU ITE ancamannya 12 tahun penjara kemudian juga pasal 263 KUHP hukumannya 6 tahun, dua kali lapis di pasal 32 Jo 48 UU ITE," sebut Yusri.

Yusri menambahkan, kepolisian tidak akan berhenti sampai pada enam kasus yang selidiki saat ini. Dia berjanji, kepolisian akan memberantas seluruh praktik pemalsuan dokumen hasil Covid-19 maupun vaksinasi yang turut disebarkan melalui media sosial.

"Kemudian dari akun ini berdasarkan patroli ini dari teman-teman Cyber Krimsus Polda Metro Jaya dan menemukan beberapa akun-akun yang lain dan masih banyak lagi kami masih mengejar. Bahkan ada pelaku yang di luar dari wilayah Jakarta ini masih dilakukan pengejaran jadi saya sampaikan sekali lagi stop disini," katanya.

Dia menyayangkan dalam kondisi genting seperti saat ini ada ulah pihak tak bertanggung jawab. Padahal, katanya, semakin maraknya jasa pemalsuan dokumen Covid-19 tentu berdampak besar pada pengendalian Covid-19.

"Saya ingin sampaikan dari kemarin, tolong manusia-manusia ini (pelaku) dampaknya yang harus kita tahu. Dengan mencari keuntungan dampaknya bisa membuat jadi adanya penyabaran. Kami petugas di sini sudah berupaya keras bagaimana caranya kita memutus mata rantai penyebaran Covid19 tinggi saat ini," imbaunya.

"Tapi sekali lagi kami sampaikan setop pelaku yang lain setop. Dan juga para konsumen vaksin dan PCR palsu setop juga. Jangan menjadi wabah jangan jadi membawa penyakit bagi masyarakat yang tertib. Sampai kapan kita berenti dari pandemi Covid-19," jelas dia. (mdk/lia)

Baca juga:
Rilis Kasus Pembunuhan Nasabah Bank dan Pemalsuan Dokumen Swab PCR
Polisi Tegaskan Pemesan Hasil PCR dan Anitgen Covid-19 Palsu juga Bisa Dipidana
Sejoli Jadi Pemalsu Hasil Tes PCR Palsu, Ada Konsumen Minta Positif agar Libur Kerja
Promosi di Facebook Buat Surat Swab PCR hingga SIM dan KTP Palsu, 2 Orang Ditangkap
Polda Metro Bekuk Kawanan Pembuat Surat Palsu Hasil Tes PCR dan Kartu Vaksin
Seorang Penumpang Pesawat Positif Corona di Aceh Ubah Hasil Tes PCR
Gunakan Dokumen Tes Antigen Palsu, Calon Penumpang Kapal di Kupang Diamankan
Mau Terbang ke Jakarta, Bos Perusahaan di Pekanbaru Ketahuan Palsukan Surat Hasil PCR

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami