Panggilan Ambulans di DKI Capai 573 Kali Sejak Awal Januari Imbas Covid-19 Naik

Panggilan Ambulans di DKI Capai 573 Kali Sejak Awal Januari Imbas Covid-19 Naik
Antrean ambulans Menuju RS. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
JAKARTA | 28 Januari 2022 18:34 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Peningkatan kasus penularan Omicron di Jakarta berdampak terhadap mobilitas ambulans gawat darurat (AGD) Pemprov DKI Jakarta. Kepala Unit AGD Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Winarto menyebutkan pihaknya menerima panggilan ambulans sebanyak 573 kali sejak awal Januari 2022.

"Bulan Januari, memang sudah mulai bergerak naik, terutama mungkin pada saat informasi varian Omicron," kata Winarto, Jumat (28/1).

Dia menjelaskan mobilitas ambulans DKI hanya menuju rumah sakit rujukan Covid. Sebab aturan yang berlaku pasien Covid-19 menuju rumah sakit rujukan diperlukan agar diantarkan menggunakan ambulans.

"Walaupun memang ada beberapa di kami gejala ringannya tetap harus diantar pakai ambulans kami karena Omicron kasus yang baru," jelasnya.

Panggilan ambulans melalui 119 sebanyak 5.687 panggilan atau dalam sehari dengan rata-rata 220 panggilan. Melalui 113 sebanyak 491 panggilan atau dalam sehari rerata 20 panggilan. Melalui aplikasi Jaki sebanyak 93 panggilan atau sehari rerata 5 panggilan, dan Whatsapp SPDGT sebanyak 844 panggilan atau 32 panggilan dalam sehari.

2 dari 2 halaman

Update Kasus Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 memperbarui data penambahan kasus positif Covid-19. Laporan per tanggal 28 Januari 2022 sebanyak 9.905 warga dilaporkan terkonfirmasi positif.

Dengan adanya penambahan kasus hari ini, total kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 4.319.175 kasus. Kasus konfirmasi didapatkan dari hasil tes 372.884 spesimen.

Sementara untuk kasus kesembuhan juga bertambah 2.028 kasus, sehingga secara akumulasi 4.131.333 warga dinyatakan sembuh dari infeksi Covid.

Kasus kematian juga mengalami penambahan pada hari ini sebanyak 7 kasus. Penambahan ini mencatatkan 144.268 warga dinyatakan meninggal akibat Covid.

Sementara untuk kasus aktif bertambah 7.870 menjadi 43.574 kasus. Kasus aktif merupakan istilah bagi pasien yang masih menjalani perawatan isolasi baik di rumah sakit ataupun tempat isolasi terpusat. Pemerintah juga masih memantau 10.043 suspek. (mdk/ray)

Baca juga:
Jokowi Ingin Masyarakat Gunakan Layanan Telemedicine untuk Kurangi Beban RS
Kasus Covid-19 Meningkat, Jokowi Imbau Masyarakat Tidak Panik & Kurangi Aktivitas
Jokowi Minta Pasien Omicron Tak Bergejala Isolasi Mandiri di Rumah 5 Hari
Update Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran 28 Januari 2022
Update Kasus Covid-19 di Indonesia Per 28 Januari 2022

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami