PDIP Nilai Anies Cuci Tangan Copot 2 Pejabat DKI Terkait Acara Rizieq

PDIP Nilai Anies Cuci Tangan Copot 2 Pejabat DKI Terkait Acara Rizieq
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. ©2019 Instagram
JAKARTA | 30 November 2020 12:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dua pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dicopot dari jabatannya terkait kerumunan acara Rizieq Syihab di Petamburan, Jakarta beberapa waktu. Pencopotan tersebut mendapat kritikan dari Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono.

Dia menilai tindakan mencopot pejabat tersebut bentuk cuci tangan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Itu namanya gerakan cuci tangan yang dilakukan oleh Pak Gubernur. Iya mengorbankan anak buah namanya gerakan cuci tangan," kata Gembong saat dihubungi, Senin (30/11).

Menurut dia, seorang anak buah akan menerjemahkan yang dilakukan oleh pimpinannya. Seperti halnya kedatangan Anies saat kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab.

"Pak Anies kan sudah datang ke rumah beliau (Rizieq Syihab), itu yang diterjemahkan anak buahnya," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta diperiksa oleh inspektorat akibat kerumunan dalam acara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020.

Terdapat tujuh pejabat yang diperiksa dan dua di antaranya mendapatkan sanksi pencopotan dari jabatan. Kedua pejabat tersebut yakni Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat DKI Jakarta keduanya dinilai telah lalai dan abai dengan tidak mematuhi arahan dan instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Chaidir mengatakan, keduanya telah dicopot dari jabatannya terhitung sejak tanggal 24 November 2020.

"Pencopotan ini berdasar dari hasil audit inspektorat," kata Chaidir dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/11/2020).

Dia menyatakan berdasarkan pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran yakni untuk melakukan antisipasi semua kegiatan yang berpotensi kerumunan. Pelanggaran dengan meminjamkan fasilitas Pemprov DKI Jakarta yang mengakibatkan pengumpulan massa.

Seusai dicopot, keduanya langsung dimutasi sebagai anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) sampai ada penugasan lebih jauh.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Tolak Kedatangan Habib Rizieq, Puluhan Warga Garut Turun ke Jalan
Kapolda Jabar Soal Rizieq dan RS Ummi: Kalau Menghalangi Wajar Satgas Lapor
Rizieq Syihab: Saya Pulang Atas Permintaan Sendiri, Karena Sudah Segar
Kapolda Jabar Tegaskan Rizieq Syihab dan RS Ummi Harus Bertanggungjawab
Gaduh Swab Test Rizieq Syihab
Bima Arya akan Cabut Laporan, Polisi Tetap Lakukan Pemanggilan Pihak RS UMMI

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami