PDIP Sindir Anies: Kalau Niatnya 'Main', Sistem Sepintar Apapun Dicari Celahnya

JAKARTA | 30 Oktober 2019 22:22 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Ima Mahdiah mengaku heran Gubernur Anies Baswedan menyalahkan sistem e-budgeting yang diterapkan Pemprov. Pasalnya sistem tersebut telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Sebelumnya, Anies mengatakan adanya mata anggaran aneh terjadi tiap tahun penganggaran. dia menyatakan, penyebab utama berulangnya anggaran aneh karena sistem digital tapi tidak sistem pintar, smart system.

"Ya Ini bukan perkara sistem harus smart. Kalau memang niatnya mau 'main', sistem sepintar apapun pasti bisa dicari celahnya. Ini masalah niat dan fokus kerja," katanya di Jakarta, Rabu (30/10).

Mantan staf Basuki Tjahaja Purnama ini menjelaskan, mantan pimpinannya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selalu melakukan penyisiran anggaran. Bahkan, Basuki atau akrab disapa Ahok meluangkan 13 jam untuk memastikan anggaran tepat sasaran.

"Beliau selama 13 jam dalam sehari menyisir anggaran bersama dengan seluruh SKPD terkait. Untuk bisa meminimalisir adanya anggaran siluman. Selain itu, sistem yang dikeluhkan oleh Pak Anies itu sudah mendapatkan penghargaan dari Bappenas tahun 2017 lalu," tutupnya.

Untuk diketahui, Anies menuturkan, selain sistem yang kurang maksimal, ada juga beberapa dinas yang teledor asal memasukkan komponen anggaran dengan dalih hal tersebut akan dibahas bersama dewan dalam rapat KUA-PPAS.

Namun Anies menampik keteledoran seperti itu berpotensi adanya permainan anggaran jika tidak diteliti.

"Tidak. Karena dokumen itu dikeluarkan maka jadi kelihatan semua kan, itu biasanya dibahas di dewan nanti, kalau sudah pembahasan di dewan itu sudah dikeluarkan semua," tandasnya.

Untuk itu, agar masalah seperti ini tidak kembali terjadi, Anies berjanji akan menuntaskan reformasi sistem menjadi smart system. Yang artinya, sistem akan secara otomatis menolak verifikasi jika data dalam algoritma tidak sesuai.

Smart system tersebut ditargetkan Anies akan terlaksana pada 2020. "Sistemnya harus diubah supaya begitu mengisi komponen, dia harus ngasih komponen yang relevan, dia harus mengisi dengan isian yang nyambung kalau tidak, ditolak oleh sistem," tandasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Ketua DPRD DKI Sarankan Anies Ganti SKPD Tak Tegas Soal Anggaran
Penjelasan Sudin Pendidikan Jakbar Soal Anggaran Lem Aibon Rp82,8 Miliar
Anggaran Pulpen Rp124 Miliar, Anies Tegur Sudin Pendidikan Jaktim
DPRD DKI Cecar Soal Anggaran TGUPP Capai Rp19 Miliar
Anggaran-Anggaran Fantastis di RAPBD Pemprov DKI Jakarta 2020
Temukan Anggaran Alat Tulis Tak Masuk Akal, Anies Bilang 'Stop Doing This!'

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.