PDIP Soal Kesenjangan di DKI: Itu Tantangan Setiap Gubernur

JAKARTA | 10 Oktober 2019 11:53 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan mengatakan, realita disparitas kaya dan miskin bukan hal baru di Ibu kota. Sehingga, salah satu tugas dari Gubernur DKI Jakarta adalah mensejahterakan warga dan mengurangi angka kemiskinan.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai kesenjangan terbesar ada di Jakarta. Hal itu ditandai dengan keberadaan rumah paling mewah dan kawasan kumuh yang saling berdampingan di Ibu Kota.

"Itu bukan hal baru realita itu sudah lama ada kelihatan di Jakarta, itu sebuah realitas yang tidak bisa dipungkiri. Artinya itu kan salah satu tantangan bagi siapapun pemerintah, itu adalah tantangan," kata Pantas saat dihubungi merdeka.com, Kamis (10/9).

Menurutnya, cara mengatasi kemiskinan adalah domain Gubernur DKI Jakarta. Dari situ, bisa dilihat apakah Pemprov DKI sudah berhasil memperkecil disparitas atau belum.

"Itu menjadi tantangan bagi setiap gubernur (DKI), tinggal kita bisa perbandingkan bagaimana disparitas kaya miskin itu hari demi hari semakin kecil," jelasnya.

Bagi Nainggolan, keberhasilan Pemprov DKI memperkecil disparitas bisa dibandingkan dari gubernur terdahulu dan sekarang. Intinya, kata dia, setiap program Pemprov DKI harus mengurangi angka kemiskinan.

"Kita bisa perbandingkan gubernur-gubernur sekarang gubernur-gubernur kemarin angka disparitas siapa yang paling (bagus) mungkin itu salah satu pemiculah kinerja," tandas ketua Sementara DPRD DKI itu.

Baca juga:
Warga Tanjung Duren Mulai Pasang Septic Tank
Wapres JK Sebut Kesenjangan Sosial Terbesar Ada di Jakarta
5 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, TNP2K Klaim Angka Kemiskinan Terus Menurun
Wapres JK: Penanggulangan Kemiskinan Perlu Stabilitas Politik dan Keamanan
Potret Warga Tanjung Duren Hidup di Lingkungan Tak Sehat Tanpa Septic Tank
Capai Tujuan Pengentasan Kemiskinan, Wapres JK Minta Negara SDGs Genjot Kerjasama

(mdk/fik)