Pedagang di Pasar Pramuka Butuh Waktu Sesuaikan Harga Resmi Rapid Test

Pedagang di Pasar Pramuka Butuh Waktu Sesuaikan Harga Resmi Rapid Test
JAKARTA | 9 Juli 2020 21:02 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pedagang alat kesehatan rapid test di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan penetapan harga alat rapid test Covid-19 yang diberlakukan pemerintah.

"Paling 10 sampai 15 dari total 240 toko di Pasar Pramuka yang saat ini menjual alat uji cepat, tapi produk yang mereka jual sudah ada lebih dulu dari ketetapan pemerintah terkait harga," kata Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Pramuka, Edy Haryanto di Jakarta, Kamis (9/7).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan batas tarif tertinggi bagi alat rapid test antibodi untuk Covid-19 seharga Rp 150 ribu per alat.

Harga itu diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Rapid Test Antibodi yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo pada Senin (6/7).

Edy mengatakan, pemerintah sudah cukup bijaksana menetapkan harga patokan alat rapid test sehingga spekulan tidak bisa mempermainkan harga pasaran.Ketiadaan batas harga, kerap menjadikan pedagang sebagai korban, seolah-olah menjual harga tinggi kepada konsumen.

"Saya apresiasi, kebijakan pemerintah ini sudah cukup bagus," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

1 dari 1 halaman

Menurutnya, produk alat tes cepat Covid-19 di Pasar Pramuka saat ini masih bervariasi antara Rp120 ribu hingga Rp200 ribuan per alat. Produk yang dijual mayoritas dibuat di China dan Korea yang distok sejak Maret hingga Juni 2020.

Selain dijual secara langsung melalui toko di pasar, pedagang juga menawarkan alat tersebut melalui aplikasi online. Edy menambahkan, pedagang saat ini perlu waktu yang tepat untuk menyesuaikan harga sehingga ketetapan pemerintah tidak bisa dipaksakan dalam waktu dekat.

"Sementara ini masih bervariasi harganya. Informasi ini datang belakangan setelah kawan-kawan punya produk. Tentu kita harus hargai para pemilik stok untuk bisa jual produk awal di atas harga yang ditetapkan pemerintah," jelasnya.

Sebagai pengurus asosiasi pedagang, Edy juga berpartisipasi aktif mensosialisasikan penetapan harga oleh pemerintah.

"Sekarang masih adaptasi dengan harga. Paling sepekan atau dua pekan ke depan harganya sudah bisa sesuai dengan ketetapan pemerintah," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Pemerintah Target RI Produksi 400.000 Alat Rapid Test di Agustus
Takut Hasil Rapid Test Reaktif, 33 Petugas KPU Pekalongan Mengundurkan Diri
Hasil Rapid Test 65 Orang ASN Pemprov Aceh Reaktif
Aturan Kemenkes, Layanan Rapid Test di Bandara Soetta Menjadi Rp145 Ribu
Fasilitas Kesehatan yang Layani Rapid Test di Sumsel Diminta Sesuaikan Tarif
Ombudsman Jateng Sebut Substansi Rapid Test Bergeser Jadi Pelengkap Syarat Bepergian

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami