Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Walkot Jakpus Ditutup Sementara Hingga 22 September

Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Walkot Jakpus Ditutup Sementara Hingga 22 September
JAKARTA | 20 September 2020 14:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kantor Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus) ditutup sementara selama tiga hari. Hal tersebut diakibatkan adanya pegawai yang dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir membenarkan penutupan kantor Wali Kota Jakpus akibat pegawai terpapar Covid-19. Chaidir mengatakan, pegawai tersebut merupakan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP).

"Lingkungan kantor wali kota akan dilaksanakan sterilisasi di semua gedung dan sarana pendukung lainnya sampai dengan tanggal 22 September 2020," kata Chaidir saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (20/9).

Selanjutnya aktivitas di lingkungan Wali Kota Jakarta Pusat akan kembali seperti biasa pada Rabu, 23 September 2020. Dia juga menyatakan para pegawai tetap memberikan pelayanan dengan sistem daring.

"Berkenaan dengan hal tersebut, maka aktivitas di gedung kantor blok A, B, C dan D dihentikan," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko mengatakan kantor Wali Kota Jakarta Barat dilakukan penutupan sementara selama tiga hari. Kata dia, hal tersebut akibat adanya sejumlah pegawai yang telah dinyatakan terpapar virus corona atau Covid-19.

"Ditutup mulai Jumat, Sabtu, dan Minggu," kata Yani saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (18/9).

Dia menjaga untuk pelayanan kepada warga tetap dilakukan melalui online. Sedangkan untuk pelayanan yang membutuhkan tatap muka akan dilakukan kembali pada Senin (21/9).

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir menyatakan sejumlah kantor milik Pemprov DKI Jakarta tutup sementara akibat virus corona atau Covid-19.

"Jati Baru (Dinas Teknis) lockdown. Di wali kota Jakarta Selatan tutup. Tapi Senin aktif lagi, lagi disemprot semua," kata Chaidir saat dihubungi, Kamis (17/9).

Dia menjelaskan penutupan sementara itu karena pegawai terpapar Covid-19. Selain kedua lokasi tersebut Chaidir juga menyatakan Gedung Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga ditutup sementara.

Kendati begitu untuk gedung Dinkes DKI hanya dilakukan penutup sementara secara parsial.

"Ada bagian-bagian tertentu yang masih operasional. Kayak tim penanggulangan Covid tetap jalan, kalau yang back office baru (tutup)," ucapnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com (mdk/gil)

Baca juga:
Sidak ke TPU Pondok Rangon, Anies Sempatkan Berbincang dengan Penggali Kubur
Angka Kematian Akibat Covid-19 Hampir 10 Ribu Orang
Angka Kematian Akibat Covid-19 Hampir 10 Ribu Orang
Dinkes DKI: Sebelum Meninggal karena Covid-19, Camat Kelapa Gading Alami ARDS
Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, WFH 50 Persen Diberlakukan
Update 19 September: Bertambah 74 Pasien Positif Covid-19, Total 2.111 Kasus di DIY

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami