Pekerja Toko Ini Khawatir Terpaksa Masuk Kerja Selama Penyebaran Covid-19

Pekerja Toko Ini Khawatir Terpaksa Masuk Kerja Selama Penyebaran Covid-19
JAKARTA | 28 Maret 2020 08:32 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kebijakan pemerintah untuk beraktivitas di rumah selama penyebaran virus Corona tidak bisa dirasakan setiap lini masyarakat. Masih ada pekerja yang terpaksa mengesampingkan kekhawatiran mereka terpapar Covid-19 demi mendapat pundi-pundi rupiah.

Mawar, bukan nama sebenarnya, mengaku cukup khawatir dengan keselamatannya dan rekan-rekan kerjanya lantaran tetap masuk kerja dengan jam operasional normal. Mawar bekerja di sebuah toko retail yang berlokasi di Cakung, Jakarta Timur.

Toko tersebut menyediakan bahan kebutuhan pokok masyarakat dan kebutuhan papan lainnya.

Kendati toko tempat Mawar bekerja memasang flyer mengenai perubahan jam operasional toko, nyatanya tidak terealisasi.

"Mereka minta kita semua masuk, memang mereka buat peraturan kalau tutup toko jam 20.00 WIB dan pasang info itu tapi nyatanya enggak," cerita Mawar kepada merdeka.com, Sabtu (28/3).

Bahkan, kata Mawar, hingga pukul 21.00 WIB pengunjung untuk berbelanja di tokonya masih cukup ramai. Antrean di kasir pun berjarak satu troley, atas inisiatif pengunjung.

Mawar mengaku toko tempatnya bekerja juga minim menyediakan fasilitas pelindung diri bagi karyawan seperti masker, sarung tangan, dan cairan steril untuk tangan.

"Toko ramai banget, safety di perusahaan bisa dibilang kurang apapun itu kayak masker dikasih satu doang disuruh cuci setiap hari. Hand sanitizer hanya di customer service, sarung tangan enggak pakai, penyemprotan (disinfektan) juga belum ada," bebernya.

Rasa khawatir Mawar dan rekan-rekannya bertambah setelah seorang warga yang tinggal dekat toko tersebut meninggal karena diduga terinfeksi Covid-19.

"Orang belakang mal ini sudah meninggal karena diduga infeksi Corona. Kita takut juga tapi mau gimana lagi," ujarnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana 'Menang' Lawan Corona
Pandemi Corona, Perusahaan Tekstil Terbesar di Jabar Rumahkan Ribuan Karyawan Kontrak
Total Pasien Positif Virus Corona di DIY Menjadi 19 Orang
Jurus Alcatel-Lucent Membantu Bisnis Tetap Berjalan dan Produktif saat Krisis
Orang Terkaya Indonesia Sumbang Rp52 Miliar untuk Lawan Virus Corona
Jokowi dan Keluarga Gelar Tahlilan untuk Mendiang Sujiatmi di Solo
Satu Lagi PDP Covid-19 di Sumut Meninggal Dunia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami