Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Capai 16,5 Persen

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Capai 16,5 Persen
Progres MRT Fase 2A. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
JAKARTA | 1 Juni 2021 03:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direketur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan progres konstruksi MRT Jakarta fase 2A. Untuk pengerjaan fase 2A ini terbagi menjadi beberapa paket yakni CP201 rute Bundaran HI-Harmoni, CP202 rute Harmoni-Mangga Besar, dan CP203 rute Mangga Besar-Kota.

"Progres pembangunan CP201 dari Bundaran HI sampai Harmoni sudah capai 16,5 persen," kata William di Jakarta, Senin (31/5).

Kata dia, saat ini pihaknya sedang melakukan pekerjaan persiapan untuk mendatangkan panel boring atau mesin bor untuk mengebor jalur kereta MRT bawah tanah. Yakni dari Stasiun Bundaran HI sampai Stasiun Harmoni.

Rencananya alat tersebut akan didatangkan dari Jepang dan tiba pada Oktober 2021.

"Sambil itu di sini adalah penataan lalu lintas kami lakukan. Kemudian pertimbangan-pertimbangan atau upaya-upaya untuk proteksi dan perlindungan terhadap situs-situs cagar budaya," ucapnya.

Nantinya, panel boring disiapkan untuk Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin. Rencananya, pengeboran akan dimulai pada awal tahun 2022.

"Setelah diinstalasi di bawah, pekerjaan panel boring mesin itu direncanakan awal tahun depan," jelasnya.

Untuk MRT fase dua CP201 rute Bundaran HI-Harmoni akan melewati Stasiun Thamrin dan Monas. Rencananya Stasiun Thamrin sepanjang 440 meter itu nantinya mencakup area depan Hotel Sari Pan Pacific atau persis di bawah JPO sampai depan Gedung Kementerian ESDM.

Kemudian, stasiun tersebut akan memiliki 10 akses keluar-masuk bagi penumpang.

Sedangkan Stasiun Monas memiliki panjang 280 meter yang meliputi area pintu masuk Monas yang terletak di seberang Patung Kuda, sampai Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jalan Medan Merdeka Barat.

Sementara itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah memulai pengerjaan pembangunan MRT Fase II yang terdiri dari Fase 2A mencakup jalur dari kawasan Hotel Indonesia sampai Kota dan fase 2B dari Kota sampai Ancol Barat.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menemukan beberapa temuan fragment keramik atau piring hingga temuan struktur batu bata di Monas. Temuan tersebut kini telah diamankan spesialis arkeologi BUMD bersama pihak Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta.

"Inilah salah satu tantangan besar di Fase II ini. Kami juga harus melindungi cagar budaya. Informasi yang kami dapat di sisi barat Monas ini dahulunya merupakan pasar malam dan lokasi kantor polisi," ujar Silvia, Rabu (12/8/2020).

Dikatakan Silvia, jika hasil penelitian tim arkeologi menyebutkan pengerjaan proyek MRT Fase II harus diubah karena adanya bangunan cagar budaya, maka pihaknya siap untuk melakukan modifikasi desain.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Penumpang MRT Jakarta Alami Peningkatan Usai Lebaran
Penampakan Artefak yang Ditemukan di Proyek MRT Fase 2A
Progres MRT Fase 2A
Menparekraf Sandiaga Ingin MRT jadi Tujuan Wisata Masyarakat Saat Akhir Pekan
Kemenparekraf dan MRT Jakarta Kolaborasi Tingkatkan Kunjungan ke Labuan Bajo

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami