Pembatas Jalur Sepeda Diganti Stick Cone, Dishub: Lebih Fleksibel

Pembatas Jalur Sepeda Diganti Stick Cone, Dishub: Lebih Fleksibel
Jalur sepeda di Sudirman-Thamrin. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo
JAKARTA | 4 Oktober 2022 14:47 Reporter : Lydia Fransisca

Merdeka.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak lagi menggunakan pot beton sebagai pembatasan jalur sepeda dengan jalur reguler. Sebagai pengganti, digunakan stick cone.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan penggunaan stick cone agar tidak memakan badan jalan.

"Permanen pakai stick cone, bukan pot. Begitu kami gunakan yang seperti di HI (pot beton), itu akan memakan cukup jalan. Stick cone lebih fleksibel, ditanam," kata Syafrin kepada wartawan, Senin (3/10).

2 dari 3 halaman

Saat ini, penggunaan stick cone sebagai pembatas jalur sepeda mulai diberlakukan di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.

"Contohnya di Salemba, itu ada di beberapa ruas," kata Syafrin.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah membangun jalur sepeda sepanjang 196,45 kilometer di 26 ruas jalan dengan 40,06 kilometer (km) di antaranya jalur terproteksi menggunakan tiang pembatas (stick cone) plastik pada 2022.

"Pada 2022 ini, kami membangun 196,45 km di dua arah jalan, ada 40,06 km yang terproteksi, terus ada beberapa yang 'mixing' dengan kendaraan lainnya yang akan dipasang paku jalan dan ada yang di trotoar," kata Kepala Seksi (Kasi) Rekayasa Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Hendry Sampurna saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/9).

3 dari 3 halaman

Namun berbeda dengan di ruas Sudirman-Thamrin yang menggunakan pembatas dari beton, jalur sepeda di ruas lainnya diproteksi menggunakan tiang pembatas berwarna oranye berbahan plastik, seperti di ruas Kramat Raya-Salemba Raya.

"Kenapa berbahan plastik. Itu karena kami coba relaksasi pakai plastik, dengan tujuan agar ketika ada kecelakaan menabrak pembatas, tidak akan melukai pengemudi karena bahannya elastis dan pemasangan jauh lebih cepat," kata dia.

Adapun pemilihan tempat untuk jalur sepeda yang dipasang tiang pembatas ini berdasarkan lebar jalan yang ada dan memungkinkan untuk ditempatkan jalur sepeda dengan tiang pembatas.

"Pada intinya jika ada dua sampai tiga konsistensi lajur untuk kendaraan umum, kendaraan pribadi, nah itu bisa kita pakai untuk lajur sepeda yang terproteksi," ujarnya.

Hendry juga mengatakan, jalur sepeda sepanjang 196,45 kilometer merupakan bagian dari jaringan jalur sepeda yang masuk dalam rencana induk transportasi Jakarta. Saat ini secara total telah terbangun sepanjang 309,5 kilometer.

"Program Pak Gubernur sampai akhir tahun 2022 ini targetnya 298 km, nah kami melebihi ekspektasi itu, saat ini sampai 300 kilometer," tuturnya.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, ada 26 segmen atau rute jalur sepeda yang dibangun tahun 2022 sepanjang 196,45 kilometer dengan rincian terproteksi sepanjang 40,06 km, jalur berbagi sepanjang 154,73 km dan jalur trotoar sepanjang 1,67 km.

Adapun 26 rute jalur sepeda yang dibangun tahun 2022 adalah:

1. Prof. Dr. Satrio-Kampung Melayu (13,50 kilometer)
2. D.I. Panjaitan-Yos Sudarso (23,78 kilometer)
3. Gambir-Cikini-Rasuna (15,44 kilometer)
4. Tugu Tani-Simpang Senen (1,58 kilometer)
5. Simpang Senen-Salemba Raya (5,75 kilometer)
6. Otto Iskandar Dinata (4,33 kilometer)
7. M.T. Haryono-Gatot Subroto-Palmerah (19,25 kilometer)
8. Dr. Sahardjo-Dr. Supomo (9,25 kilometer)
9. Kebayoran Baru Extention (6,63 kilometer)
10. Pattimura-Iskandarsyah Raya (3,77 kilometer)
11. Pejompongan Galunggung (8,75 kilometer);
12. Perintis Kemerdekaan-Simpang Senen (16,79 kilometer)
13. S. Parman (8,41 kilometer)
14. Juanda-Pecenongan (1,74 kilometer)
15. Suryopranoto-Pos (6,36 kilometer)
16. Simpang Rasuna-Ragunan (8,50 kilometer)
17. I Gusti Ngurah Rai (12,74 kilometer)
18. Dewi Sartika (5,54 kilometer)
19. KH Mas Mansyur (8,84 kilometer)
20. Cideng Raya (2,32 kilometer)
21. Cikajang (0,64 kilometer)
22. Kapten Tendean (6,63 kilometer)
23. Tentara Pelajar (4,18 kilometer)
24. Trunojoyo (0,94 kilometer)
25. Wolter Monginsidi (1,94 kilometer)
26. Senopati-Suryo (3,00 kilometer).

(mdk/lia)

Baca juga:
Dishub DKI: Pemotor Lewat Jalur Sepeda Putus-Putus Tak Ditilang
Pemprov DKI dan Polda Metro akan Diskusi Bahas Sanksi Hukum Penerobos Jalur Sepeda
Penerapan Jalur Khusus Sepeda Belum Efektif
Dishub DKI: Ada 196,45 Km Jalur Sepeda di Jakarta pada Akhir Tahun 2022
Tahun Ini, Jalur Sepeda di Jakarta Tembus 309,5 Kilometer
Jalur Motor Terowongan Semanggi akan Ditutup 3-4 September, Ini Penyebabnya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini