Pemilik Rumah di Halaman Apartemen Thamrin: Buat Apa Harta, Tanah Saya Banyak

JAKARTA | 23 September 2019 11:52 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Ada pemandangan yang tak biasa di halaman apartemen Thamrin Executive Residence, Jakarta Pusat. Di balik menjulangnya gedung tinggi, berdiri sebuah rumah usang. Dari kejauhan hanya terlihat genteng batu bata merah tak terawat.

Rumah ini menjadi viral karena satu-satunya tempat tinggal yang tersisa di halaman apartemen Thamrin Executive Residence. Diketahui rumah ini milik Elis. Selama puluhan tahun Elis memilih bertahan di rumahnya bersama sang Suami, Chairul Bahri.

Berikut sejumlah fakta rumah di halaman apartemen Thamrin Executive Residence:

1 dari 5 halaman

Tolak Tawaran Rp2,5 M dari Apartemen Thamrin

Chairul Bahri, suami Elis bercerita, pihak apartemen pernah merayu Elis supaya merelakan rumahnya. Namun, bujukan rayu pihak apartemen berjalan alot. Elis tetap kukuh tinggal di sana bersama keluarga dengan dalil warisan tanah nenek moyang. Hingga akhirnya, pihak apartemen tetap mendirikan gedung pencakar langit tersebut.

Pihak apartemen sempat menawarkan supaya Elis menjual rumahnya dengan tawaran dua pilihan. Uang Rp2 miliar lebih atau ditukar dua unit apartemen. Elis tidak goyang terhadap tawaran menggiurkan itu. Dia kebal dari bayang-bayang apartemen yang cukup mewah di dekat rumahnya.

"Itu Rp2,5 M (pernah) kayaknya (ditawar) atau tuker apartemen," kata Chairul yang berusia 72 tahun itu.

Di kesempatan lain, Elis mengatakan dengan nada lantang, dia tetap tak tunduk terhadap para cukong tajir. Tetap memastikan bertahan di rumah petaknya itu. Dia kemudian menyinggung 'kandungan' sangat berharga yang berada di rumahnya. Misteri itu adalah alasan kuat Elis ogah angkat kaki.

"Saya buat apaan harta, tanah saya banyak, rumah saya banyak, tapi saya lebih cinta sama rumah ini," kata Elis di kesempatan terpisah.

2 dari 5 halaman

Rumah Warisan

Elis menegaskan tidak akan menjual rumahnya. Hal ini karena, tanah milik keluarga hingga diwariskan kepadanya.

"Nenek moyang saya di sini, dari ibu saya orang sini, tapi bapak saya keturunan darah biru," kata Elis yang mengenakan jilbab hitam.

Tanah tersebut dulunya perkampungan. Belum ada listrik, hanya mengandalkan obor. Pribumi dan warga pendatang tinggal di kawasan tersebut. Pengembang mulai melirik sekitar tahun 2005. Meminta tanah dijual. Kalau tidak digusur. Area tersebut rata dengan tanah sekitar 2009-2010. Apartemen mulai berdiri.

Namun, Elis tetap pasang badan, tak rela warisan keluarga dibayar uang. "Lama-lama warga takut, jual dengan harga semurah-murahnya," ucap Elis.

"Sampai tumpah darah saya ya, sampai kematian saya, saya tetap di sini. Ini tanah tumpah darah saya dari turun menurun, ini tanah warisan, hak milik saya, jadi saya tetap di sini, enggak bakal pindah dari sini," ujar Elis.

3 dari 5 halaman

Alasan Tidak Jual Rumahnya

Elis menyebut ada sesuatu yang berharga di bawah tanah rumahnya. Sangat rahasia. Elis menyebutnya 'kandungan'. Namun dia tidak membeberkan kandungan apa yang dimaksud.

"Saya buat apa harta, tanah saya banyak, rumah saya banyak, tapi saya lebih cinta sama rumah ini, karena saya mau memperbanyak amal. Sekali hidup saya, enggak ada saya mau tinggali rumah ini selangkah pun," ujar Elis.

4 dari 5 halaman

Berhubungan Baik dengan Pengelola Apartemen

Walau tinggal di belakang apartemen Thamrin Executive Residence, suami Elis, Chairul Bahri mengaku memiliki hubungan baik dengan pengelola apartemen. Pengelola apartemen juga kerap memberikan kemudahan bagi keluarganya.

"Selama ini baik-baik, kita sudah dikasih akses jalan," ungkap Chairul.

Pihak pengelola apartemen juga membebaskan keluarga Elis dan Chairul untuk masuk ke rumahnya melalui akses jalan depan apartemen tanpa dikenakan biaya. Bahkan, pihak pengelola sempat membiarkan keluarga Elis menggelar tikar untuk berkumpul dengan keluarga saat hari raya Idul Fitri.

"Malahan saya boleh gelar tikar di sini," ujarnya.

Dia juga sempat ditawari pekerjaan oleh pihak pengelola apartemen. Namun, pekerjaan itu ditolak.

5 dari 5 halaman

Akan Dialiri Air PAM

Elis yang tinggal bersama suami Chairul Bahri dan anaknya, hidup dalam kesulitan. Salah satunya kesulitan memperoleh air bersih. Setiap harinya, Chairul harus mengangkut 20 galon berisi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Chairul menuturkan, masalah pemasangan air bersih yang berada di belakang apartemen Thamrin Executive Residence sudah selesai. PDAM akan segera memasang air bersih di rumahnya jika sudah ada kesepakatan antara dia dan pihak pengelola apartemen. Chairul hanya tinggal menunggu jadwal pemasangan saja.

"PAM tadi buat pernyataan kalau berencana pasang sambungan baru di sini. Kami sudah dikasih rancangannya pagi tadi. Saya tidak tahu kapan mulai dipasang," kata Bahri kepada Liputan6.com, Minggu (22/9). (mdk/dan)

Baca juga:
Rumah Usang di Halaman Apartemen Thamrin Residence akan Dialiri Air PAM
Kondisi Rumah Usang di Tengah Apartemen Thamrin
Hubungan Baik Elis Pemilik Rumah Usang dan Pengelola Apartemen Thamrin
Petugas PDAM Datangi Rumah di Halaman Apartemen Thamrin Residence
VIDEO: Kisah Elis dan Keluarga Hidup di Halaman Thamrin Residence
Pertahankan Rumah Usang, Elis Tolak Tawaran Rp2,5 M dari Apartemen Thamrin