Pemimpin Harus Jadi Teladan Antikorupsi

JAKARTA | 26 Januari 2020 23:03 Reporter : Beginoto

Merdeka.com - Pemimpin memegang peranan penting dalam mencegah korupsi. Menjadi seorang pemimpin berarti juga menjadi teladan bagi anak buah untuk menolak gratifikasi maupun korupsi.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di hadapan ratusan pelajar yang mengikuti Gadjahmada Education Roadshow di Universitas Negeri Padang, Minggu (26/1/2020).

Pernyataan Ganjar rupanya memantik pertanyaan Rifky Arif, seorang pelajar yang turut hadir dalam acara tersebut.

"Kalau gubernur bersikap keras melawan korupsi, pasti ada tekanan dari berbagai pihak. Bagaimana dengan bapak?" tanyanya.

Menanggapi pertanyaan Rifky, Ganjar mengakui tekanan dalam setiap pekerjaan pasti ada. "Tekanan-tekanan itu saya anggap ujian. Kalau kita bismillah, berintegritas insyaallah tak akan ada takutnya. Nanti ada seninya, apakah menghadapinya frontal, muter dulu atau sambil senyum-senyum," jawab pria yang juga menjabat Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjahmada (Kagama) ini.

Dalam acara yang turut dihadiri Wali kota Pariaman Genius Umar itu, Ganjar memaparkan kiatnya dalam membudayakan gerakan antikorupsi, antara lain dengan menerapkan sistem pengelolaan keuangan digital, survei pemetaan rawan korupsi dan mitigasi korupsi.

Sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar juga turut melibatkan pelajar dan masyarakat dalam gerakan antikorupsi. Jateng bahkan menjadi satu-satunya provinsi yang memiliki Peraturan Gubernur tentang Pendidikan Antikorupsi.

"Pendidikan antikorupsi ini menggandeng KPK. Ada 367 SMA di Jateng yang terapkan dalam kurikulum," terang alumni Fakultas Hukum UGM itu.

Meski demikian, Ganjar mengakui, penegakan hukum di Indonesia hari ini belum memenuhi amanat reformasi 1998. Menurut Ganjar, masih banyaknya protes masyarakat terhadap proses penegakan hukum menunjukkan hukum masih tumpang-tindih. Ini disampaikan Ganjar saat menjawab pertanyaan siswa SMAN 10 Padang, Charrelle.

Ganjar berharap para pelajar dan alumni berprestasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) nantinya bisa berkontribusi aktif dalam penyempurnaan penegakan hukum di Indonesia.

"Belum. Lha wong belum, semua masih protes. Nunggu kamu mungkin kalau lulus," ujar Ganjar. (mdk/hhw)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.