Pemkot Jaktim Minta Pengembang Tol Becakayu Bongkar Trotoar di Tengah Jl Kalimalang

JAKARTA » MALANG | 16 September 2019 15:48 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Keberadaan trotoar di tengah median Jl Inspeksi Saluran Kalimalang, Jakarta Timur, sangat mengganggu pengguna jalan yang melintas. Secara fungsi, keberadaan tol tersebut juga tidak jelas.

Pemprov DKI menyebut keberadaan trotoar tersebut satu paket dengan pengerjaan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Oleh karena itu, Pemerintah Administratif Jakarta Timur meminta pengembang membongkar trotoar itu.

"Tolong segera dimodifikasi ulang keberadaan trotoar yang ada di median (tengah) Jalan Kalimalang, sebab berpotensi menimbulkan kecelakaan," kata Kepala Seksi Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Andreas Eman, di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Senin (16/9).

Menurut dia, Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar, telah mengajukan permintaan resmi kepada pengembang Tol Becakayu, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) untuk membongkar trotoar tersebut.

Trotoar yang tersebar di tengah Jalan Inspeksi Kalimalang memiliki dimensi panjang 5-10 meter mulai dari Pangkalan Jati hingga Raden Inten.

Trotoar pada lintasan kendaraan dari arah Cawang menuju Bekasi itu dibangun sejak 2018 secara terpisah dengan jarak sekitar lima meter per trotoar.

Keberadaan trotoar kerap dikeluhkan pengendara karena selain berpotensi kecelakaan, juga mengakibatkan penyempitan badan jalan.

"Wali kota minta kepada Bagian Sarana dan Prasarana Becakayu agar trotoarnya dimodifikasi dan dipindahkan dari tengah ke sisi jalan," katanya.

Bahkan PT KKDM juga menjanjikan pembuatan taman di sekitar sisi Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini segera terealisasi pemindahannya," katanya.

Baca juga:
Sebut Trotoar akan Dibagi, Anies Jamin PKL Tak Serobot Hak Pejalan Kaki
Kondisi Trotoar yang Berada di Tengah Jalan Kalimalang
Pemprov DKI Tuding Pemerintah Penyebab Ada Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang
Trotoar Rusak di Pasar Minggu Ancam Keselamatan Pejalan Kaki
Dinas Bina Marga DKI: Trotoar 1,5 Meter Tidak Bisa untuk PKL
Gerindra DKI: Kalau Masih Bisa Buat Jalan, PKL di Trotoar Kenapa Diusir?
Wacana Trotoar Dipakai PKL Berjualan, Anies Harusnya Patuh UU Bukan Peraturan Menteri

(mdk/lia)