Pemkot Klaim Kasus Positif di Jakbar Menurun Karena Program Ronda Covid-19

Pemkot Klaim Kasus Positif di Jakbar Menurun Karena Program Ronda Covid-19
JAKARTA | 22 Oktober 2020 21:38 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Pemerintah Kota Jakarta Barat mengklaim kasus positif Covid-19 di wilayahnya menurun sejak awal September lalu. Penurunan disebut-sebut karena gencarnya ronda keliling di semua wilayah.

"Beberapa hari belakangan memang sudah ada penurunan secara signifikan. Awalnya sekitar di atas 150 sampai lebih dari 200 kasus, sekarang sudah turun jadi di bawah 100 pasien per hari," ujar Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (22/10).

Dia mengakui, angka grafik keseluruhan kasus positif Covid-19 di wilayahnya masih fluktuatif. Namun beberapa hari terakhir turun secara signifikan.

Yani menjabarkan, penurunan kasus harian Covid-19 mengacu data 17-19 Oktober 2020 yang didapat dari Puskesmas di seluruh wilayah Jakarta Barat sejak berlangsungnya ronda Covid-19.

Pada 17 Oktober, kasus harian Covid-19 meningkat hingga 199 pasien, dengan rincian angka tertinggi di Kecamatan Cengkareng sekitar 90 kasus, Tamansari 24 kasus, Kalideres 22 kasus dan Kembangan 20 kasus.

Tiga kelurahan di Cengkareng dilaporkan memiliki kenaikan kasus tertinggi yakni Cengkareng Barat 23 kasus, Duri Kosambi 20 kasus dan Kapuk 17 kasus.

Kemudian kasus positif Covid-19 pada 18 Oktober, ada peningkatan kasus sebanyak 68, dengan angka tertinggi di Kecamatan Kalideres 22 kasus, Kebon Jeruk 19 kasus dan Tambora 11 kasus.

Kelurahan dengan kenaikan tertinggi yakni Kebon Jeruk sebanyak tujuh kasus, Kalideres tujuh kasus dan Semanan enam kasus.

Kasus harian positif COVID-19 kembali terkendali pada 19 Oktober dengan peningkatan hanya 37 kasus se-Jakarta Barat, dengan kenaikan tertinggi di Kecamatan Kebon Jeruk sebanyak 13 kasus, Palmerah 9 kasus dan Tambora 9 kasus.

Sementara Kelurahan dengan kenaikan tertinggi dengan rincian Kebon Jeruk 9 kasus, Duri Kepa tiga kasus, Palmerah tiga kasus dan Angke tiga kasus.

Yani mengatakan, ronda Covid-19 yang dilakukan jajaran pemerintahannya dengan memberdayakan Gugus Tugas Covid-19 tingkat RT dan RW agar pesan kampanye 3M lebih mengena pada warga. Ronda keliling dilakukan dengan cara sekreatif mungkin, berkeliling dengan membunyikan kentongan.

"Selain melakukan perbantuan dengan pasien terkonfirmasi, isolasi wilayah, tugas RW juga melakukan aksi ronda. Tiap kebijakan di Pemkot Jakbar tetap kita laporkan ke pimpinan, karena ini ide Wali Kota Jakarta Barat dan saya waktu itu jadi pelaksana harian bersama jajaran," kata Yani. (mdk/lia)

Baca juga:
Anggota DPR Apresiasi Peran Kepala Daerah dalam Menurunkan Kasus Aktif Covid-19
Pasien Sembuh dari Covid-19 di RI Tembus 300.000 Orang
Satu Orang 45 Menit, Begini Teknis Simulasi Penyuntikan Vaksin Covid-19 di Depok
BPJS akan Analisis Warga yang Berhak Terima Vaksin Covid-19
Wali Kota Solo Imbau Warga di Perantauan Tidak Mudik Saat Libur Panjang
VIDEO: Kabar Gembira, Kasus Aktif Covid-19 Menurun Luar Biasa

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami