Pemprov DKI Bahasa Raperda ERP Tahun 2020

JAKARTA | 18 November 2019 21:51 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Sistem Jalan Berbayar Elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP) di seluruh jalanan protokol Jakarta akan dibahas tahun 2020.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya sedang menyusun kajian naskah akademis terkait perda ERP dengan harapan pada tahun mendatang masuk Program Legislasi Daerah DPRD DKI Jakarta.

"Sehingga pada tahun depan, kami akan melaksanakan lelang sekaligus proses pembangunan dan operasional diharapkan paling lambat 2021 sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang kualitas udara," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/11).

Kesemuanya itu, kata Syafrin, tentu dengan regulasi yang mengacu pada PP 32 dan PP 37 untuk jalan berbayar dengan retribusi.

"Tidak jauh dari situ," ujarnya.

1 dari 3 halaman

ERP Berlaku di Seluruh Jalan Protokol

Syafrin menjelaskan, jalan berbayar di Jakarta itu berlaku di seluruh ruas jalan protokol dan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2013 yang ditinjau dari empat aspek, yaitu kecepatan, visio rasio, dilayani angkutan umum dan lingkungan.

"Saat ini kecepatan rata-rata kendaraan pasca ganjil-genap ini menjadi 31 kilometer dan setelah berlakunya ERP diharapkan akan lebih dari itu," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Raperda ERP Masuk Prioritas

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DKI Jakarta, Dedi Supriadi menuturkan, salah satu dari 12 raperda yang akan diselesaikan pada 2020 adalah Perda ERP.

Hal ini sangat penting lantaran ketika dijalankan uangnya masuk sebagai penambah fasilitas transportasi publik.

"Sebenarnya ERP ini jawaban dari ganjil-genap. "Bukan diperluas wilayah ganjil-genapnya," ungkapnya seperti dilansir dari Antara.

Tetapi ERP ini yang dijalankan. Ketika uangnya masuk, bisa menambah fasilitas untuk transportasi publik.

"Itu termasuk prioritas," katanya.

3 dari 3 halaman

Jalan Berbayar di Perbatasan Jabodetabek

Sebelumnya, BPTJ mengatakan jalan berbayar menuju Ibu Kota Jakarta akan dioperasikan di daerah perbatasan Jabodetabek mulai 2020 termasuk Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat.

BPTJ bertanggung jawab di ruas jalan nasional, sedangkan pemerintah provinsi dan kabupaten di jalan daerah masing- masing.

"Jalannya untuk yang nasional adalah Margonda (Depok) dan Tangerang," kata Kepala BPTJ, Bambang Prihartono.

Selain menyusun peta jalan secara lengkap, BPTJ juga mengatakan sedang mengkaji aturan hukum yang saat ini berlaku karena ERP akan dimasukkan dalam kategori penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Selama ini regulasinya menganut sistem retribusi. Regulasinya terpatok pada jalan daerah, provinsi dan kabupaten.

"Karena itu regulasinya harus direvisi, peraturan pemerintahnya," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Terapkan ERP, Dishub DKI Targetkan Kecepatan Kendaraan Capai 50 Km/jam
Tiga Ruas Jalan Ini akan Diuji Coba Proyek ERP pada 2020
Kajian Penerapan Jalan Berbayar di Jakarta Ditargetkan Rampung Awal 2020
2020, Jalan Berbayar Bakal Diterapkan di Jakarta
Lelang ERP Dibatalkan, Anggaran Rp40,9 Miliar Dicoret dari APBD DKI 2019
Dishub DKI Batalkan Lelang ERP, Anggaran Rp40,9 M di APBD 2019 Dicoret