Pemprov DKI Diminta Segera Rancang Pola Perilaku Baru di Jakarta

Pemprov DKI Diminta Segera Rancang Pola Perilaku Baru di Jakarta
JAKARTA | 21 Mei 2020 01:02 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan jika penerapan pola perilaku baru (new normal) bisa dilakukan setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selesai pada 4 Juni nanti.

Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengingatkan, Pemprov DKI harus memulai merancang pola perilaku baru masyarakat dalam kehidupan dan tata kota yang baru.

"Hal ini, selaras dengan pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa Covid-19 akan tetap selalu ada dalam kehidupan kita dan kota, meski pandemi Covid-19 kelak berakhir. WHO mendorong penataan ulang rencana tata ruang kota sesuai norma dan tata kehidupan baru. Kota harus sehat dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (20/5).

Dia pun memberikan catatan, setiap individu maupun keluarga sudah mulai terbiasa belajar, bekerja bahkan beribadah dari rumah akibat pandemi Covid-19. Oleh sebab itu pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov DKI seharusnya mulai fokus melakukan tata ruang kota yang mendukung new normal.

"Rumah, perumahan dan permukiman yang sehat menjadi fokus utama rencana tata ruang kota. Rencana pembangunan infrastruktur perumahan harus didukung pengembangan infrastruktur digital (jaringan internet kuat, murah dan gratis), pasokan listrik memadai (hemat, murah, pemanfaatan energi terbarukan), serta utilitas (gas, air bersih, air limbah, sampah)," ujarnya.

Menurutnya, pola hidup baru dan bersih sudah harus menjadi nyawa dalam rencana tata ruang kota. Dengan norma seperti menjaga jarak di transportasi, pembatasan bepergian keluar rumah, perbanyak fasilitas cuci tangan, dan kewajiban memakai masker bagi seluruh warga.

Termasuk pembenahan pemukiman padat penduduk dan kumuh yang berada di Jakarta. Dia menambahkan, dengan penataan akan memberikan dampak penghentian penyebaran Covid-19 ke depannya.

"Selain kota, penguatan infrastruktur kesehatan, mulai dari fasilitas rumah sakit, kesejahteraan tenaga medis, peralatan kesehatan yang memadai, hingga dukungan riset obat dan vaksin Covid-19 juga penting," imbuhnya.

1 dari 1 halaman

Anies Minta Warga Disiplin

Sebelumnya, Anies mengungkapkan, Jakarta bisa memulai fase the new normal jika seluruh warga disiplin dalam upaya untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19 dengan mematuhi aturan yang berlaku.

"Kalau angka reproduction ini turun, maka Jakarta berhasil mengendalikan pergerakan COVID-19. Bila itu kita kerjakan bersama-sama, maka Jakarta bisa kembali berkegiatan, tentu normalnya baru, orang biasa mengistilahkan new normal, bukan kembali seperti kemarin, tapi normal yang baru," kata Anies dalam siaran langsung pemaparan via akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (19/5) kemarin

Anies berbicara dalam rangka pengumuman perpanjangan masa PSBB hingga 4 Juni nanti. Dia berharap PSBB ini adalah PSBB penghabisan sebelum warga Jakarta menjalani kehidupan the new normal.

"Saya percaya kita bisa, disiplin kita kerjakan, insyaallah ini jadi penghabisan bagi kita semua, habis itu kita mulai babak baru, bisa berkegiatan di luar rumah, tentu dengan protokol yang baru," tutur Anies. (mdk/fik)

Baca juga:
Pemprov DKI Distribusikan 9.300 Paket Bansos ke Kepulauan Seribu
Pemprov DKI Diminta Segera Rancang Pola Perilaku Baru di Jakarta
Ini Cara Dishub DKI Cegah Masyarakat Lakukan Mudik Lokal Saat Lebaran
Selama Belum Ada Vaksin, Wagub DKI Ajak Warga Berdamai Dengan Corona
Pemprov DKI Jakarta Terima Bantuan Ambulans Khusus Penyakit Infeksi
7.558 Warga Jateng Dapat Bansos di Jakarta
DPRD Minta Pemprov DKI Tingkatkan Komunikasi Tentang PSBB

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami