Pemprov DKI Gunakan Serum Saat Proses Rapid Test Covid-19

Pemprov DKI Gunakan Serum Saat Proses Rapid Test Covid-19
Rapid Test. Liputan6 ©2020 Merdeka.com
JAKARTA | 1 April 2020 09:52 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih terus melakukan rapid test Covid-19 sebagai proses deteksi dini potensi penularan. Tes yang digunakan Pemprov menggunakan serum, cairan di atas bekuan darah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan, penggunaan serum untuk menyesuaikan alat rapid test yang digunakan Pemprov. Sebab menurutnya, cara menggunakan alat rapid test berbeda-beda tergantung pada mereknya.

"Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki alat rapid test yang penggunaannya memakai darah lipat siku (whole blood) atau serum," kata Widyastuti, Rabu (1/4).

Dia menjelaskan cairan di atas bekuan darah bertindak sebagai antibodi atau sistem pertahanan tubuh. Seperti diketahui, Covid-19 menyerang sistem pertahanan tubuh, sehingga dengan menggunakan serum saat rapid test, kemungkinan hasil positif akan lebih tinggi.

"Proses yang kami terapkan dalam rapid test adalah pengambilan darah dari lipatan siku. Darah tersebut perlu diputar di dalam tabung centrifuge dengan menunggu selama 15 menit, sehingga menghasilkan serum. Kemungkinan positif terhadap penyakit pun lebih tinggi daripada darah yang diteteskan langsung," jelasnya.

Hingga Selasa (31/3), tercatat sebanyak 18.077 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 1,7 persen. Sebanyak 299 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 17.778 orang dinyatakan negatif.

Baca Selanjutnya: Sasaran Rapid Test...

Halaman

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami