Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara di Jaktim Membaik

JAKARTA | 6 Desember 2019 08:32 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur mengemukakan kualitas udara di beberapa lokasi setempat semakin membaik. Kondisi tersebut terpantau dalam kurun Januari hingga Agustus 2019.

"Pengukuran metode otomatis menunjukkan hasil Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Januari sampai Agustus 2019 dalam kondisi baik selama 22 hari, sedang 69 hari dan tidak sehat dua hari," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Herwansyah di Jakarta, Jumat (6/12).

Pengukuran kualitas udara luar ruang di Jakarta Timur dilakukan dalam beberapa tahapan, di antaranya pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dan hari kerja serta hari libur akhir pekan.

"Pengukuran kualitas udara yang dipantau dalam dua jenis metode yaitu otomatis dan manual terhitung sejak Januari hingga Agustus 2019," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Pengukuran dengan alat otomatis dilakukan menggunakan Stasiun Pemantau Kualitas Udara di jalur HBKB depan PT Danapaint Indonesia, sedangkan pengukuran manual aktif di jalur HBKB depan makam Pangeran Jayakarta.

Herwansyah mengungkapkan udara kotor pada Januari cukup tinggi karena kemarau panjang. "Akhirnya orang-orang menganggap pencemaran pun tinggi," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Sejumlah hal yang dapat mempengaruhi kualitas udara di antaranya lalu lintas kendaraan bermotor, pembakaran sampah, emisi yang keluar dari cerobong genset, broiler, aktivitas produksi, penggunaan kayu bakar, arang atau gas untuk memasak dalam jumlah tertentu.

2 dari 2 halaman

Data AirVisual

Kualitas udara DKI Jakarta pada Jumat pukul 7.55 WIB menjadi urutan 18 paling buruk dibandingkan dengan negara-negara lain. Tercatat ada di angka 157 atau dengan parameter PM2.5 konsentrasi 60 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Berdasarkan data dari laman resmi AirVisual, kualitas udara di wilayah Jakarta masih lebih baik dibandingkan Lahore (Pakistan), Delhi (India) dan Milano (Italy).

Walaupun begitu, Jakarta masih memiliki kualitas udara lebih buruk dibandingkan Yangon (Myanmar), Sydney (Australia), Lyon (France), Bangkok (Thailand) dan Mumbai (India). (mdk/fik)

Baca juga:
Tekan Polusi Udara, Tanaman Bougenville Hiasi Jalan Sudirman
Menengok Karnaval Langit Biru Jakarta
Kurangi Polusi, Anies Ajak Warga Jakarta Naik Sepeda atau Motor Bebas Emisi
470 Kendaraan Listrik Meriahkan Karnaval Jakarta Langit Biru
Kurangi Polusi, Pemprov DKI Gelar Karnaval Jakarta Langit Biru
Dishub DKI Rekayasa Lalu Lintas Saat Karnaval Jakarta Langit Biru

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.