Pemprov DKI Masih Kaji 13 Titik untuk Lapak PKL di Trotoar

JAKARTA | 21 November 2019 21:27 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi DKI Jakarta, Adi Arianta mengatakan masih melakukan pengkajian kios atau booth seperti apa yang diperbolehkan berada di trotoar. Hal ini dipertimbangkan sebagai bentuk akomodir kebutuhan masyarakat.

Dalam satu diskusi mengenai penataan PKL, Adi menuturkan ada beberapa aspek lapangan yang dianggap patut didirikan lapak PKL di trotoar, misalnya, intensitas aktivitas masyarakat, sumber listrik, tempat sampah, sumber air.

"Sumber daya. Mereka butuh listrik kah, air, tempat sampah. Bagaimana potensi di sana jangan kita menempatkan titik tidak laku," kata Adi, Jakarta, Kamis (21/11).

1 dari 1 halaman

Dengarkan Kritik Masyarakat

Dari hasil kajian itu, Adi menyebut Dinas Koperasi dan UMKM Jakarta telah menentukan 13 titik kios PKL. Namun demikian, ia memahami adanya kritik terhadap langkah Pemprov mengizinkan lapak PKL di trotoar.

Ia berdalih adanya langkah akomodir Pemprov terhadap PKL dikarenakan kebutuhan masyarakat. Ia mengatakan masih akan terus mengkaji aspek hukum atas langkah tersebut.

"Memang pendekatannya seperti itu apakah kita tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat. Masyarakat jalan dari patung kuda, keluar MRT tidak ada itu (kios penjual minuman atau makanan). Tapi kita juga kaji aspek hukumnya masih kita bahas supaya lebih matang," tandasnya.

Ia menargetkan kajian pendirian lapak PKL di 13 titik akan rampung Desember 2019. Yang jelas, Adi menuturkan penempatan lapak PKL tetap mengutamakan estetika tata kota. (mdk/bal)

Baca juga:
Dalam Waktu Empat Bulan, Jumlah PKL di CFD Bertambah 400 Pedagang
108 PKL Pasar Senen Bakal Direlokasi ke Kenari Awal Desember
Tempat Relokasi Sepi Pembeli, Bupati Batang Izinkan PKL Jualan di Alun-alun Lagi
Satpol PP Tertibkan Puluhan PKL di Trotoar Pasar Serpong
Ini Tempat Relokasi PKL CFD
Begini Suasana CFD yang Bebas Dari PKL