Pemprov DKI Siapkan Transportasi Umum Wujudkan Tebet Eco Park Zona Rendah Emisi

Pemprov DKI Siapkan Transportasi Umum Wujudkan Tebet Eco Park Zona Rendah Emisi
Tebet Eco Park di Jakarta. ©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani
JAKARTA | 5 Juli 2022 12:43 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan zona rendah emisi di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto, mengatakan agar zona rendah emisi terealisasi pihaknya tengah menyiapkan transportasi umum sebagai akses menuju Tebet Eco Park.

"Kalau yang namanya low emission zone, itu pasti akan seperti itu. Makanya kita bebenah dulu di sektor transportasinya. Sehingga memang diharapkan dengan sudah terkoneksinya nantinya, maka low emission zone bisa diterapkan di Tebet," ujar Asep di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (5/7).

Dia berujar, agar menjadikan sebuah kawasan rendah emisi memang harus dibatasi volume kendaraan pribadi. Sehingga, layanan transportasi umum perlu disiapkan dengan optimal.

"Koneksi terhadap angkutan umum yang bisa diharapkan transportasi publik itu juga bisa sampai ke taman Tebet. Itu kita harapkan bisa sesegera mungkin dikoneksikan oleh teman teman Dishub," harapnya.

2 dari 2 halaman

Pengunjung Tebet Eco Park Dibatasi

Diketahui, kawasan Taman Tebet Eco Park akan dijadikan sebagai zona rendah emisi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan untuk merealisasikan kebijakan ini, maka kendaraan bermotor akan dibatasi melintas di sekitar kawasan tersebut pada akhir pekan.

"Wilayah sekitar Tebet Eco Park akan dijadikan Zona Emisi Rendah, di mana pada akhir pekan seluruh kendaraan bermotor dibatasi masuk kecuali bagi penghuni," ucap Anies dalam instagram @aniesbaswedan, Kamis (16/6).

Selain itu, jumlah pengunjung taman akan dibatasi, utamanya di akhir pekan. Dia berujar, pembatasan pengunjung akan menyesuaikan kapasitas taman, ketertiban dan kebersihan lingkungan juga akan dijaga secara ketat.

Dalam instagram tersebut, dia juga menceritakan sejak Tebet Eco Park dibuka, warga Jakarta dan luar Jakarta berbondong-bondong datang ke taman. Tingginya jumlah warga yang datang melebihi kapasitas taman.

Anies menuturkan, kapasitas taman 8.000 sampai 10.000. Namun, jumlah kunjungan sempat mencapai 60.000 dalam satu hari di akhir pekan. Sehingga, kesempatan menikmati taman menjadi sangat berkurang karena kepadatan yang ekstrem.

"Tebet Eco Park dibangun untuk warga menikmati suasana taman dan hutan kota, mendapatkan wawasan lingkungan hidup yang asri dan lestari. Tujuan ini sulit tercapai bila kepadatan begitu esktrem yang membuat suasana taman lebih menyerupai festival daripada taman kota. Maka, kami harus menata ulang pengelolaan Tebet Eco Park," imbuhnya.

Mantan Menteri Pendidikan itu juga mengajak juga kepada seluruh warga untuk menikmati lebih dari 100 taman lain di Jakarta yang telah diperbarui dan dibuka, dan tidak kalah menyenangkan dibanding Tebet Eco Park.

Ruang-ruang publik yang dimaksud antara lain, lapangan Monumen Nasional, yang akan dibuka seiring PPKM level 1 di Jakarta, Taman Suropati, Taman Lapangan Banteng, Taman Sungai Kendal, Taman Rotanusa, Hutan Kota Srengseng, Taman Cattleya, Taman Puring, Taman Sambas Asri, Taman Apung, Taman Piknik.

Baca juga:
Pengunjung Tebet Eco Park akan Dibatasi, 8 Ribu Hari Kerja dan 16 Ribu Akhir Pekan
Siap-Siap! Pengunjung Tebet Eco Park Rusak Fasilitas akan Diganjar Kartu Merah
Pengunjung Ingin ke Tebet Eco Park Wajib Daftar Dulu Lewat Aplikasi JAKI
Penutupan Sementara Tebet Eco Park Diperpanjang
Tebet Eco Park akan Kembali Dibuka
Jejak Manis Anies di Tahun Terakhir Jadi Gubernur DKI

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini