Pemuda Ini Jadi Korban Penipuan Modus Debt Collector Gadungan di Jaksel

Pemuda Ini Jadi Korban Penipuan Modus Debt Collector Gadungan di Jaksel
JAKARTA | 24 September 2020 23:29 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Salman Al Farisi (35) warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini diduga telah menjadi korban penipuan oleh sejumlah orang dengan modus mengaku sebagai penagih hutang atau debt collector. Kejadian itu ia alami pada Selasa (22/4) di Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Salman yang sedang mengendarai motor merk Yamaha Lexi dengan nomor polisi B 4822 SKS ini, tiba-tiba saja dihadang oleh lima orang yang mengaku sebagai debt collector.

"Mereka tiga motor, yang empat orang berboncengan," kata Salman di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (24/9).

Saat itu, pria yang mengaku sebagai debt collector tersebut langsung menunjukkan surat penarikan motor yang mana surat tersebut terdapat logo perusahaan leasing.

Karena merasa memiliki masalah dengan cicilan motornya, Salman pun bersikap kooperatif dengan memberikan kunci motor tersebut

"Dia nunjukkin surat perjanjian kontrak motor, setelah itu STNK saya diminta sama kunci motor," ujarnya.

Setelah kunci dan STNK diberikan, salah satu dari mereka pun langsung membawa pergi motor Salman dengan alasan ingin membeli materai.

Sudah menunggu lama, ternyata pria tersebut tak kunjung datang. Akhirnya, saat itu Salman diajak oleh para terduga pelaku lainnya untuk menyambangi kantor leasing di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Bukannya pergi ke tempat tersebut, justru Salman malah diturunkan oleh mereka di Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Pusat.

Karena merasa ada yang aneh, akhirnya Salman pun mendatangi leasing yang berada di Mampang Prapatan pada Rabu (23/9) untuk meminta penjelasan atas penarikan tersebut.

"Ternyata dari pihak leasing tidak merasa mengeluarkan surat penarikan kendaraan kepada debt collector-nya," jelasnya.

"Waktu dicek surat penarikannya logonya juga beda. Yang dikasih sama dia itu logo yang lama," sambungnya.

Merasa jadi korban penipuan, akhirnya Salman melaporkan kejadian tersebut di Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan tersebut tertuang dengan nomor laporan polisi LP/1792/IX/2020/RJS, hari: Rabu, tanggal: 23 September 2020.

Secara terpisah, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono mengaku akan memerintahkan anggotanya untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

"Ok, nanti saya kasih tahu kanit ranmor," kata Budi.

"Ok, kita atensi," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami