Pengakuan Pemilik Mercy c63 Tunggak Pajak Rp81 Juta Karena Kesulitan Keuangan

JAKARTA | 11 Desember 2019 17:05 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Rumah bercat coklat dua lantai di Jl Dwijaya, Gandaria, Jakarta Selatan, didatangi petugas Samsat Jakarta Selatan. Petugas ingin mengecek mobil-mobil mewah milik warga Jakarta yang menunggak pajak.

"Kita akan melakukan razia door to door di daerah Gandaria, karena adanya penemuan petugas sebuah mobil mewah belum membayarkan pajaknya selama tiga tahu," kata Kepala Samsat Jakarta Selatan, Khairil Anwar, saat dimintai keterangan, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

Petugas berdiri di depan pagar hitam. Di halaman dalam, terparkir Mercedes Benz c63 bernomor polisi B 279 AU. Pada catatan petugas Samsat, pajak mobil itu sudah mati sejak 2016.

Setelah menemukan mobil tersebut, petugas langsung memanggil orang yang ada di dalam rumah. Seorang wanita berkerudung hitam keluar dan mengakui mobil itu miliknya.

Ratih, namanya. Dia sangat kooperatif melihat petugas yang datang memasangkan stiker bertuliskan 'Objek Pajak Ini Belum Melunasi Kewajiban Pajak Daerah' di mobil Mercedes miliknya.

Ratih mengakui belum membayar pajak selama tiga tahun karena belum ada uang. Akibat tunggakan 3 tahun, Ratih harus membayar pajak Rp81 juta. "Alasan saya belum bayar karena belum ada dananya dan sedang diusahakan," ungkap Ratih pada wartawan di kediamannya, Jakarta, Rabu (11/12).

1 dari 1 halaman

Usaha Percetakan Bermasalah

Wanita usia 40 tahun ini mengaku tidak bisa membayar pajak mobil dikarenakan sedang mengalami kesusahan. Usaha percetakan yang dia bangun bersama suami mengalami masalah sehingga harus tutup pada tahun 2016.

"Tadinya saya usaha percetakan dan usaha konveksi tas di rumah tapi dua-duanya tutup karena ada masalah keluarga," sambung Ratih.

Ratih mengaku bahwa mobil ini dibeli oleh suaminya pada tahun 2013. Namun memang kepemilikan mobil ini atas namanya. Mobil ini digunakan oleh Ratih untuk mobilitas kesehariannya. Dia mengaku sejak pajak mati, mobil itu sudah tak dia gunakan lagi.

"Suami saya beli second mobil ini pada tahun 2013, alasan beli mobil ini karena rare hitam. Sudah lama ini tidak dipakai, faktor utama karena menunggak pajak," sambungnya. (mdk/lia)

Baca juga:
1.094 Mobil Mewah di Jakarta Tunggak Pajak, Potensi Pendapatan Capai Rp36,8 M
Berkaus Oblong, Adian Napitupulu Sambangi Razia Pajak di TMP Kalibata
Terjaring Razia, 60 Kendaraan Ini Ketahuan Belum Bayar Pajak Kendaraan
Rabu, Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor di DKI Naik 12,5 Persen
Kemenkeu Ingin Bayar Pajak Bisa Lewat Aplikasi Bukalapak
Razia Pajak Mobil Mewah di Apartemen Pavilion

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.