Pengelola Monas Klaim Tak Tebang Pohon untuk Revitalisasi

JAKARTA | 20 Januari 2020 21:03 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monumen Nasional (Monas) Isa Sanuri mengatakan, tidak benar pihaknya memotong pohon-pohon untuk melakukan revitalisasi. Pasalnya pengelola Monas telah merelokasi atau memindahkan pohon tersebut ke area lain.

"Itu sebenarnya bukan ditebang begitu saja, jadi pohon-pohon itu akan dipindahkan. Kalau tidak bisa dipindahkan akan kita buat baru (pohon-pohon)," katanya saat dihubungi, Senin (20/1).

Dia mengungkapkan, pohon-pohon yang berukuran besar dan berjumlah sebanyak 150 batang dipindahkan ke pelataran Selatan. Sedangkan untuk pohon-pohon kecil di pindahkan ke bagian timur dan barat Monas.

Pohon-pohon yang dipindahkan itu pun berasal dari kawasan Utara Monas yang nantinya akan masuk dalam rencana revitalisasi Monas.

Nantinya, Isa menjelaskan, pohon-pohon itu akan disusun pada jalur hijau. Tujuannya untuknya memastikan pengunjung Monas merasa sejuk saat melewati kawasan bersejarah yang telah ada sejak 1975 itu.

"Yang jelas tidak sekedar dipindahkan, tapi kita jadikan ruang terbuka hijau," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, akun resmi instagram komunitas @koalisipejalankaki menyayangkan dan mempertanyakan sikap Provinsi DKI Jakarta terkait penebangan pohon- pohon di Monas bagian utara sehingga terlihat 'gundul' untuk revitalisasi Monas dan pembangunan MRT fase II.

"Kami tidak anti pembangunan, yang kami sayangkan adalah bagaimana cara membangunnya. Pohon memiliki manfaat besar, tidak seharusnya ditebang," kata akun koalisi pejalan kaki. (mdk/fik)

Baca juga:
Revitalisasi Kawasan Monas Selesai Tahun 2021
Melihat Dari Ketinggian Proyek Revitalisasi Taman Selatan Monas
Wajah Taman Monas Usai Penebangan 190 Pohon
Ratusan Pohon yang Ditebang di Monas Diganti dengan Tabebuya & Cemara Norfolk
VIDEO: Revitalisasi Monas Dikritik, Pemprov DKI Bakal Kembalikan Pohon yang Ditebang
Tambah Area Hijau, Parkiran Monas akan Dihilangkan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.