Penghuni Ngeluh Pengelola Apartemen, Anies Ingatkan Kewajiban Patuhi Pergub Rusunami

JAKARTA | 19 Februari 2019 12:10 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengeluarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik. Pengelola diminta mematuhi aturan tersebut.

"Kita buat aturan itu dan saya minta kepada semuanya untuk melaksanakan Pergub 132 secara konsisten. Itulah dasar hukum yang digunakan di Jakarta," kata Anies saat meninjau Apartemen Lavande yang berlokasi di Jalan Supomo, Jakarta Selatan. Demikian dikutip Antara, Selasa (18/2).

Kedatangan Anies ke apartemen itu setelah mendapat laporan warga tentang masalah pengelolaan apartemen. Penghuni mengeluh karena tak diajak berpartisipasi dalam pengelolaan apartemen oleh pengembang termasuk soal iuran pengelolaan lingkungan (IPL).

Anies menegaskan, aturan itu dibuat agar pada penghuni rusun yang seringkali terintimidasi mendapatkan keadilan. Para penghuni sering kali dipersulit saat memperjuangkan haknya sebagai penghuni rusun.

"Praktik ketidakadilan ini jamak. Ini bukan kasus khusus di Lavande saja, ini contoh saja. Praktik seperti ini (terjadi) di mayoritas rumah susun di Jakarta," kata Anies.

Dia berjanji serius menangani masalah ketidakadilan ini secara tuntas. "Kita semua akan bekerja bersama untuk mengawal proses pelaksanaan Pergub 132 ini. Kita akan laksanakan di semua tempat, bukan hanya di sini. Saya percaya dengan bapak ibu (penghuni rusun), kita bisa kerjasama, Insya Allah kita bisa tuntaskan sama-sama," tegas Anies.

Pergub 132 ini bertujuan mengatur pengelolaan Rusun Milik agar dapat berhasil guna, berdaya guna dan memberikan perlindungan hukum kepada pemilik, penghuni dan masyarakat umum dalam menjadikan rumah susun sebagai tempat tinggal yang sehat, aman, nyaman dan harmonis. Hadirnya Pergub Nomor 132 Tahun 2018 dalam rangka mencapai tertib pengelolaan Rusun Milik yang berkaitan dengan pengelolaan benda bersama, bagian bersama, tanah bersama serta penghunian termasuk sarana dan utilitas.

Aturan dalam pergub ini juga melingkupi pembinaan pengelolaan rusun milik yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Hal paling mendasar mengenai hak-hak warga rusun, di mana selama ini para penghuni tidak bisa menjalankan atau mendapatkan haknya dengan baik. "Apalagi kalau sudah sampai pada pembentukan P3SRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun). Banyak sekali pengurus P3SRS tidak tinggal di lokasinya dan bukan warga yang bersama di situ," katanya.

Ditegaskannya bahwa pemprov konsisten dan akan hadapi gugatan yang muncul pengadilan. Serta ingin membuktikan lewat jalur hukum, sebab yang diatur di sini pengelolaan yang mendasarkan pada prinsip keadilan.

Baca juga:
Ini Syarat Ormas yang Bisa Dapat Dana Pembangunan dari APBD DKI
PDIP Protes, Anies Tegaskan Aturan Dana Pembangunan oleh Masyarakat Dibuat Jokowi
Anies Resmikan Tujuh GOR Bertaraf Internasional di Jakarta, Bisa Dipakai Atlet
NasDem dan PDIP DKI Kritik Anies soal Dana Pembangunan Diberi ke Warga
Anies Serahkan Ratusan Sak Semen untuk Korban Kebakaran di Jakbar
Anies Susun Pergub Soal Pemberian Dana Pembangunan untuk Masyarakat
Anies Sudah Siapkan Template Surat ke DPRD Meski Nama Cawagub Belum juga Diterima

(mdk/lia)