Penjelasan Anies Terkait Rendahnya Serapan Anggaran

JAKARTA | 12 November 2018 21:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan serapan APBD DKI 2018 yang rendah disebabkan adanya selisih angka antara yang telah dikerjakan dan dibayarkan. Perbedaan tersebut mencapai 17 persen.

"Pembayaran yang sudah dilakukan oleh Pemprov itu 55 persen. Tapi pekerjaan yang sudah dituntaskan itu besarannya 72 persen," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/11).

Dia menjelaskan, rendahnya pembayaran tersebut disebabkan pemegang tender atau proyek tidak melakukan penagihan. Sebab pemegang tender biasanya melakukan penagihan secara sekaligus dan tidak melalui tahapan.

"Ini harus menjadi koreksi internal kita bahwa proses penagihan harus mudah, sehingga mereka akan sering menagihkan (ke Pemprov)," jelasnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengungkapkan, bila pemegang tender rutin manual penagihan, selisih yang ada tidak terlalu besar. "Angka serapan dan angka proyek tidak selisih jauh, kalau sekarang itu selisihnya jauh," ujarnya.

Sementara itu, dia optimis penyerapan anggaran tahun ini tidak berbeda dengan APBD 2017, yaitu 83 persen. "Kita optimis insyaallah dengan sudah selesai 72 persen, InsyaAllah target untuk kita mencapai seperti tahun lalu bisa tercapai," tutup Anies.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemprov DKI ajukan Rp 16,3 miliar untuk karang taruna
Naik Rp 4,1 triliun, Pemprov DKI ajukan Rp 87,3 triliun untuk APBD 2019
Sempat dicoret, Pemprov DKI kembali anggarkan pembangunan 3 Rusun
APBD Perubahan 2018 DKI Jakarta disahkan sebesar Rp 83,2 Triliun
APBD Perubahan DKI Jakarta naik jadi Rp 83,26 triliun, ini rinciannya
Anies belum sepakati APBD-P 2018, DPRD tolak beri modal ke BUMD

(mdk/fik)