Penjelasan Dinkes DKI Jakarta Penyintas Covid-19 Tak Jadi Prioritas Vaksinasi

Penjelasan Dinkes DKI Jakarta Penyintas Covid-19 Tak Jadi Prioritas Vaksinasi
JAKARTA | 14 Januari 2021 17:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan para penyintas atau orang yang pernah terkonfirmasi terpapar Covid-19 tidak menjadi prioritas dalam pelaksanaan vaksinasi tahap awal. Menurut dia, antibodi Covid-19 akan terbentuk secara alami pada tubuh para penyitas.

"Sebenarnya seorang penyintas begitu sudah pernah terinfeksi secara alami di dalam tubuh terbentuk antibodi sehingga penyintas tidak menjadi prioritas," kata Widyastuti di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).

Dia menjelaskan prioritas penerima vaksinasi Covid-19 sudah ditentukan berdasarkan data yang ada. Nantinya, dari data tersebut akan kembali dilakukan screening dan verifikasi oleh vaksinator di masing-masing wilayah.

Lanjut Widyastuti, dalam proses itu terdapat 16 pertanyaan yang diberikan kepada para penerima vaksinasi. Salah satunya yakni terkait pernah atau tidak calon penerima vaksin terpapar Covid-19.

"Jadi seandainya ada kejadian karena tidak tahu, kalian anak muda, selama ini ternyata positif (Covid-19), selama ini tidak terasa, tidak ada gejala padahal enggak pernah periksa, ya enggak apa-apa," papar dia.

Sementara itu, Widyastuti menyatakan sejumlah tenaga kesehatan di Jakarta sudah mulai menerima vaksinasi Covid-19. Kata dia, pelaksanaan vaksin telah dilakukan di sejumlah rumah sakit (RS) ataupun puskesmas.

"DKI Jakarta beberapa RS dan teman-teman RS sudah berikan vaksinasi. Jadi hari ini sudah dimulai vaksinasi di beberapa RS dan Puskesmas di DKI Jakarta," ucap dia.

Dia menyebut sejumlah RS yang telah melakukan vaksinasi misalnya RSCM, Jakarta Pusat hingga RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. Untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut diberikan kepada tenaga kesehatan yang telah melakukan registrasi ulang.

"Kami mengikuti aturan yang ada, nakes yang mendapatkan kesempatan untuk di vaksin mendapatkan sms plus pemberitahuan. Kemudian teman-teman nakes akan melakukan registrasi ulang melalui aplikasi peduli," jelas Widyastuti.

Reporter: Ika Defianti (mdk/ray)

Baca juga:
Dinkes Solo Belum Terima Laporan Efek Samping Vaksin Covid-19 dari 11 Tokoh
Menkes Budi Ingin Berikan Insentif ke Penerima Vaksin Covid-19
488 Puskesmas di Jakarta Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19
CEK FAKTA: Benarkah Sabun Antiseptik Mengandung Povidone Iodine Bisa Bunuh Covid-19?
Kadin Sebut Swasta Siap Berpartisipasi Program Vaksinasi Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami