Penyebab 2 Harimau di Ragunan Positif Covid-19 Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Dokter

Penyebab 2 Harimau di Ragunan Positif Covid-19 Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Dokter
Gubernur Anies Baswedan Jenguk Harimau Positif Covid-19 di Ragunan. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia
JAKARTA | 5 Agustus 2021 14:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, tim dokter saat ini masih terus menelusuri penyebab dua harimau di Taman Margasatwa Ragunan terpapar positif Covid-19. Menurut dia, terdapat sejumlah kemungkinan dua harimau tersebut dapat terpapar Covid-19.

"Bisa saja (kena dari petugas) ada kemungkinan. Tapi kita tunggu saja hasil persisnya," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (5/8).

Riza meminta agar masyarakat menunggu hasil dari pemeriksaan dokter. "Itu dalam pengecekan, dokter yang lebih mengerti jadi kita tunggu saja hasilnya," ucap dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengatakan dua harimau yang dinyatakan positif Covid-19 di Taman Margasatwa Ragunan, sudah kembali pulih dan sehat, meski masih dalam pemantauan atau observasi dari pengelola.

Dia mengungkapkan, pada 9 Juli 2021 2021 satu harimau Sumatera bernama Tino yang berusia 9 tahun, mengalami sakit dengan gejala klinis sesak nafas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan penurunan nafsu makan.

Selang dua hari, satu harimau lagi bernama Hari yang berusia 12 tahun kesehatannya menurun dengan menunjukkan gejala yang sama dengan Tino.

"Pada tanggal 14 Juli, kami lakukan pengambilan sampel dengan diswab kemudian dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. Lalu, hasilnya keluar tanggal 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa tersebut terpapar Covid-19," kata Suzi dalam keterangannya, Minggu (1/8/2021).

Dia mengungkapkan, sejak terpapar Covid-19, dua harimau tersebut kesehatan menurun. Dalam perawatannya, diberi pengobatan seperti antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari.

"Dalam waktu sekitar 10-12 hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih," ungkap Suzi.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com

(mdk/gil)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami