Perjalanan KRL Bogor-Manggarai dan Cikarang-Manggarai Ditingkatkan

Perjalanan KRL Bogor-Manggarai dan Cikarang-Manggarai Ditingkatkan
JAKARTA | 12 Juli 2020 09:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan sejumlah langkah guna mengurangi waktu antrean pengguna dengan tetap mengikuti berbagai protokol kesehatan. Vice President Corporate Communications PT KCI, Anne Purba menyebut bahwa pihaknya telah melakukan rekayasa pola operasi agar ada penambahan frekuensi.

"Terutama untuk lintas Bogor - Manggarai PP dan Cikarang - Manggarai PP yang jumlah perjalanannya sudah optimal sesuai kapasitas infrastruktur perkeretaapian di lintas tersebut," jelas Anne melalui keterangannya, Minggu (12/7).

Anne mengatakan bahwa dengan rekayasa pola operasi ini, mulai Minggu 12 Juli 2020 ada dua jadwal pemberangkatan kereta luar biasa (KLB) KRL pada pagi hari dari Stasiun Bogor dengan tujuan Manggarai.

Sementara dari Stasiun Cikarang pada pagi hari terdapat satu jadwal pemberangkatan KLB KRL dengan tujuan Manggarai. Selain jadwal pada pagi hari, terdapat juga KLB pada jam sibuk sore hingga malam hari dengan tujuan akhir Stasiun Cikarang.

"Sebelumnya rekayasa pola operasi juga sudah dilakukan di lintas Tangerang - Duri PP sehingga terdapat tambahan 10 perjalanan. Dengan demikian, PT KCI mulai Senin 13 Juli 2020 mengoperasikan 962 perjalanan KRL per hari," beberanya.

Untuk mengetahui jadwal terkini, para pengguna KRL dapat memeriksa aplikasi KRL secara berkala dan jadwal yang terdapat di situs web PT KCI www.krl.co.id.

1 dari 1 halaman

Tiga Stasiun Baru KMT

Anne menyebut PT KCI juga telah menetapkan Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, dan Stasiun Cikarang sebagai stasiun khusus Kartu Multi Trip (KMT). Uji coba akan dimulai pada Senin 13 Juli 2020, dimana pada masa uji coba ini setiap hari Senin ketiga stasiun tersebut tidak lagi melayani transaksi pembelian dan isi ulang Tiket Harian Berjaminan (THB). Namun untuk tap out / keluar menggunakan THB masih dimungkinkan dan pengguna THB Pergi Pulang juga dapat melakukan tap in untuk perjalanan pulangnya.

"Dengan uji coba Stasiun Khusus KMT ini, pengguna dapat naik KRL menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank yang telah bekerja sama dengan KCI, dan tiket kode QR Link Aja. Penetapan stasiun KMT ini selain mengurai antrean THB juga untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19 dari transaksi dengan uang tunai yang sering berpindah tangan," ungkap Anne.

Berbagai layanan KCI di masa pandemi ini, kata dia diberikan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Para pengguna sejak masuk stasiun akan melalui pengecekan suhu tubuh, wajib menggunakan masker, dan mencuci tangan sebelum dan setelah menggunakan KRL.

Saat berada di peron, petugas di lapangan akan mengarahkan pengguna untuk menunggu KRL sesuai marka yang telah ditentukan dan menjaga jarak. Di dalam KRL pengguna juga dibatasi hingga maksimal 74 orang per kereta.

Pembatasan dilakukan menyesuaikan dengan kondisi kepadatan pengguna melalui antrean penyekatan di beberapa zona stasiun sebelum masuk ke peron.

"Bahkan untuk memperkuat protokol kesehatan ini, PT KCI juga mendukung upaya dari pemerintah untuk menggelar rapid test maupun swab test berkala di berbagai stasiun. Dengan adanya test berkala ini, diharapkan dapat mencegah mereka yang telah terpapar Covid-19 untuk naik KRL," jelasnya.

Penerapan prosedur ini, lanjut dia dilakukan dengan kolaborasi erat bersama berbagai pihak terutama TNI dan Polri yang selama beberapa bulan terakhir telah menempatkan ratusan personelnya di stasiun untuk membantu menertibkan antrean dan terlaksananya protokol kesehatan.

Reporter: Yopi M

Sumber: Liputan6.com

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami