Perkumpulan Ahli Arkeologi Desak Batalkan Formula E di Monas

Perkumpulan Ahli Arkeologi Desak Batalkan Formula E di Monas
JAKARTA | 20 Februari 2020 17:06 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Pelaksanaan balap mobil Formula E di Monas mendapat perhatian para arkeolog Indonesia. Mereka menolak event balap mobil internasional itu dilaksanakan di lapangan Medan Merdeka serta Monas karena masuk kawasan Cagar Budaya.

Ketua Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (PAAI), Wiwin Djuwita Ramelan protes keras dengan recana Pemprov DKI tersebut. Terlebih dilakukan tanpa prosedur yang benar sesuai peraturan perundangan dan telah mengakibatkan kerusakan.

Monas dan lapangan Merdeka ditetapkan sebagai Cagar Budaya melalui SK Gubernur DKI nomor 475 Tahun 1993 (daftar no 17 dan 19). Kemudian, pada 25 April 2005 melalui Permenbudpar nomor PM.13/PW.007/MKP/05 Monas dan lapangan merdeka ditetapkan sebagai situs dan bangunan cagar budaya.

"Kawasan lapangan merdeka bukan sekadar lahan kosong, tetapi diatur secara khusus dan ketat karena memiliki nilai-nilai penting. Kawasan merdeka adalah situs tempat Monas lambang kegigihan rakyat Indonesia melawan penjajah serat monumen peringatan pengingat dan penyemangat bagi generasi mendatang," Wiwin dalam rilisnya, Kamis (20/2).

Baca Selanjutnya: PAAI menjelaskan penataan ulang Monas...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami