Permudah kredit warga, Bank DKI dapat suntikan modal Rp 500 M

JAKARTA | 12 Januari 2015 23:42 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk memberikan penyertaan modal pemerintah (PMP) kepada Bank DKI. Padahal sebelumnya, penyertaan modal hanya diberikan kepada PT Mass Rapid Transit (MRT) dan PT Transportasi Jakarta.

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta mencatat Bank DKI mendapatkan suntikan modal Rp 500 miliar. Wakil Ketua badan Anggaran (Banggar) DKI Jakarta M Taufik mengungkapkan, pemberian modal bertujuan untuk meningkatkan kelas BUMD DKI Jakarta tersebut.

"Bank DKI butuh tambahan modal untuk naik kelas ke BUKU (Bank Umum Kelompok Usaha) 3. Kenapa? Biar Bank DKI bisa memberikan kredit yang lebih luas kepada masyarakat Jakarta," jelasnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (12/1).

Dia menambahkan, walaupun terjadi penambahan penerima PMP, anggaran hanya dialokasikan tetap Rp 5,62 triliun. Sehingga dana untuk diberikan kepada Bank DKI diambil dari penyertaan modal untuk PT Transjakarta.

Untuk diketahui, dalam rapat pimpinan DPRD DKI Jakarta bersama eksekutif untuk membahas Kebijakan Umum APBD serta Perubahan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2015 hanya dua perusahaan yang mendapatkan suntikan modal. Modal pertama diberikan kepada PT MRT sebesar Rp 4,62 triliun dan perusahaan kedua PT Transjakarta sebesar Rp 1 triliun.

Baca juga:

Ahok targetkan 2017, Bank DKI setara BCA

Ahok bercita-cita jadikan Bank DKI setara BCA

Ahok berambisi bawa Bank DKI bermodal lebih dari Rp 30 T

29 Anggota DPRD gadaikan SK dan slip gaji ke Bank DKI

Dana KJP cair, ratusan ibu-ibu geruduk Bank DKI Jatinegara

Dana KJP cair, orangtua murid menyerbu Bank DKI

(mdk/eko)

TOPIK TERKAIT
BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com