Pin Emas untuk Anggota DPRD DKI Dilarang Dijual

JAKARTA | 21 Agustus 2019 17:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta, M Yuliadi mengatakan, pihaknya akan menyimpan pin emas anggota dewan yang tidak berkenan menggunakannya. Dia mengingatkan pin emas tersebut tidak boleh dijual oleh anggota dewan meski dengan tujuan disumbangkan.

"Tidak (dijual). Kalau ada yang tidak mau menerima tentunya akan disimpan, untuk dipersiapkan dan akan diberikan apabila nantinya ada anggota yang PAW (pergantian antara waktu)," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (21/8).

Dia mengungkapkan, pin emas adalah atribut yang harus disiapkan Sekwan untuk seluruh anggota dewan tanpa terkecuali. Sekalipun pada akhirnya ada anggota dewan yang menolak.

"Ini fasilitas yang harus disiapkan untuk seluruh anggota dewan," jelasnya.

Diketahui, anggota DPRD DKI selain mendapatkan pin emas 5 dan 7 karat, anggota dewan akan mendapatkan jas. Kelengkapan itu diatur oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan Daerah dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Seluruh anggota Dewan yakni 106 anggota dewan akan mendapatkan pin emas setelah mereka dilantik pada 26 Agustus 2019. Semua anggota dewan mendapatkan termasuk anggota petahana.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
M Taufik soal PSI Emoh Pin DPRD: Cari Popularitas Memang Gitu, Tolak Gaji Sekalian
Sekwan DPRD DKI: Tak Masalah jika Anggota Menolak, Pin Emas Disimpan untuk PAW
Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Minta Pengadaan Pin Emas Dievaluasi
Kontroversi Anggaran Baju Dinas DPRD DKI, Kemendagri Sebut Itu Kewenangan Anies
Pakaian Dinas & Atribut DPRD DKI Baru Habiskan Rp4,984 Miliar
Fraksi PDIP DPRD DKI Nilai Alokasi Dana Pembelian Pin Emas Tak Berlebihan
PSI Tolak Anggaran Pin Emas Anggota DPRD DKI, Sarankan Diganti Bahan Lain

(mdk/fik)