Polemik Nama Baru Cawagub DKI, PKS Tak Gubris Usul Sepihak Gerindra

JAKARTA | 30 Agustus 2019 12:34 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Gerindra dan PKS telah sepakat jatah kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk PKS setelah Sandiaga Salahuddin Uno mengundurkan diri setahun lalu. Sandiaga mundur karena maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

Dua nama telah sejak lama diajukan PKS untuk menggantikan Sandiaga yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Namun hingga kini pemilihan dua nama ini tak kunjung dilaksanakan. Beberapa hari lalu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Arief Poyuono menyatakan akan mengusulkan dua nama baru ke DPP untuk Wagub DKI Jakarta yaitu mantan Kapolda Metro Jaya M Iriawan dan mantan Deputi Basarnas Tatang Zaenuddin.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Moh Arifin mengatakan pihaknya tetap mempertahankan dua nama yang telah diusulkan. PKS tak menggubris usulan nama baru yang digaungkan Gerindra. Alasannya, nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto telah menjadi kesepakatan bersama PKS dan Gerindra sebelumnya.

"Ya tetap kita pertahankan. Jadi nama itu tetap kami pertahankan sesuai dengan kesepakatan dengan Gerindra. Kan Gerindra sudah tanda tangan," jelasnya kepada merdeka.com, Jumat (30/8).

Arifin menyampaikan dua nama ini juga telah disampaikan ke Gubernur Anies Baswedan dan ke DPRD DKI. Kesepakatan bersama ini akan tetap dipertahankan. Menurutnya usulan nama baru dari Gerindra merupakan sepihak.

"Kalau Gerindra mau menyodorkan nama lain berarti itu sepihak," ujarnya.

Menurut Arifin, Fraksi PKS dan Fraksi Gerindra di DPRD DKI tak masalah terkait dua nama yang telah disodorkan. Termasuk juga di DPP kedua partai. Bahkan DPP Gerindra juga menyatakan bahwa jatah Wagub diberikan kepada PKS.

"Kalau saya memahami bisa jadi itu (usulan Iriawan dan Tatang) hanya usulan dari personal tertentu dari Gerindra. Bukan usulan resmi dari DPP karena DPP kan sudah sepakat. Karena kan itu rekomendasi DPP Gerindra bahwa itu jatah PKS dan dua nama itu telah disepakati," lanjutnya.

Sebelumnya, Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono menyarankan Wakil Gubernur DKI Jakarta pendamping Anies Baswedan diisi oleh figur pensiunan militer atau polisi. Hal tersebut untuk menjaga ketertiban di ibu kota.

"Untuk Wagub di DKI Jakarta yang mendampingi Anies sebaiknya dari tokoh pensiunan militer atau polisi. Penting untuk menciptakan ketertiban dan kedisiplinan kota Jakarta," katanya kepada wartawan, Rabu (28/8).

Dia menilai, masyarakat Jakarta akan menerima mantan militer dan polisi bila menduduki posisi Wagub DKI. Poyuono mengusulkan sosok mantan Deputi Basarnas Mayjen Tatang Zaenudin dan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochammad Iriawan yang saat ini menjabat Sekjen Lemhanas.

"Kedua tokoh yang populer seperti ini sangat pas untuk di dorong sebagai Wakil Gubernur Jakarta mendampingi Gubernur Anies Baswedan. Pengalaman mereka dalam manajemen birokrasi pemerintahan sudah tidak diragukan lagi," tuturnya.

Dia mengatakan nama Tatang Zaenudin sangat populer ketika bertugas di Basarnas yang memimpin langsung pencarian jatuhnya pesawat Air Asia. Namanya cukup menorehkan tinta mas di dunia.

Kemudian, Komjen Iriawan juga punya segudang pengalaman baik jadi Plt Gubernur Jawa Barat maupun berhasil mengamankan jalannya pilkada DKI Jakarta tahun 2017.

"Kedua tokoh ini akan saya ajukan ke DPP Gerindra untuk bisa di dorong sebagai calon wagub DKI Jakarta," tandas Arief.

Baca juga:
Gerindra Juga Ingin Usulkan Kader Jadi Cawagub DKI
PKS Buka Peluang Calon Wagub DKI Baru
Pansus Lama Bubar, PKS Ingin Wagub DKI Segera Dipilih
Arief Poyuono Usulkan Komjen Iriawan atau Tatang Zaenudin Jadi Wagub DKI
Gerindra Pastikan Pembahasan Wagub jadi Isu Prioritas DPRD DKI
Gerindra Soal Wagub DKI: Kalau Makanan Tak Laku Berarti Enggak Cocok

(mdk/noe)